Senin, 07 April 2014

Contoh makalah "Model Pembelajaran Tutor Sebaya



                                        
                                              MAKALAH
 MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA







BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
      Dalam pembelajaran matematika sebenarnya telah banyak upaya yang dilakukan oleh guru kelas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun usaha itu belum menunjukan hasil yang optimal. Rentang nilai siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai terlalu mencolok. Untuk itu perlu diupayakan pula agar rentang nilai antar siswa tersebut tidak terlalu jauh yaitu dengan memanfaatkan siswa yang pandai untuk menularkan kemampuannya pada siswa lain yang kemampuannya lebih rendah. Tentu saja guru yang menjadi perancang model pembelajaran harus mengubah bentuk pembelajaran yang lain.
      Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran tutor sebaya.Sisi lain yang menjadikan matematika dianggap siswa pelajaran yang sulit adalah bahasa yang digunakan oleh guru. Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan bahasa teman sebayanya daripada bahasa guru.Oleh karena itu,dalam tulisan ini penulis akan menjelaskan bagaimana pembelajaran teman sebaya itu sebagai sumber belajar.
1.2  Rumusan Masalah
   Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut;
Ø  Apa yang dimaksud dengan tutor sebaya?
Ø  Bagaimana hakekat pembelajaran tutor sebaya tersebut?
Ø  Bagaimana kriteria menjadi tutor sebaya?
Ø  Apa langkah-langkah dalam pembelajaran tutor sebaya?
Ø  Apa kelebihan dan kekuranan pembelajaran tutor sebaya?
Ø  Bagaimana  cara mengatasi kekurangan tutor sebaya?
Ø  Bagaimana contoh  penggunaan tutor sebaya tersebut dalam pembelajaran
            Matematika?


                                                      
                                                            1

1.3  Tujuan Penulisan
   Berdasarkan rumusan masalah diatas,maka adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk;
Ø  Menjelaskan bagaimana pengertian tutor sebaya tersebut
Ø  Menjelaskan bagaimana hakekat dari pembelajaran tutor sebaya tersebut
Ø  Menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam menerapkan pembelajaran tutor sebaya
Ø  Menjelaskan kelebihan dan kekurangan pembelajaran tutor sebaya serta cara mengatasi kekurangan pembelajaran tutor sebaya.





















                                                                
                                                                        2

                                                                    BAB 2
MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA SEBAGAI  SUMBER  BELAJAR

2.1 Pengertian Tutor Sebaya
          Keberhasilan suatu program pengajaran dapat ditunjang dengan mengefektifkan potensi yang dimiliki oleh sekolah. Potensi yang ada di sekolah yaitu semua sumber daya yang dapat mempengaruhi hasil dari proses belajar mengajar.
          Sumber belajar tidak selalu guru, tetapi bisa orang lain. Sumber belajar dari orang lain misalnya teman dari kelas yang lebih tinggi, teman sekelas atau keluarga di rumah. Sumber belajar yang bukan guru dan berasal dari orang lain yang lebih pandai disebut tutor. Tutor ada dua macam yaitu tutor sebaya dan tutor kakak. Tutor sebaya adalah teman sebaya yang lebih pandai, sedang tutor kakak adalah tutor dari kelas yang lebih tinggi.
        Beberapa pendapat mengenai tutor sebaya, diantaranya adalah;
1.    Dedi Supriyadi (1985. h. 36) mengemukakan bahwa,Tutor Sebaya adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tutor tersebut diambil dari kelompok yang prestasinya lebih tinggi.
2.    Ischak dan Warji (1987, h. 44) mengemukakan bahwa Tutor Sebaya adalah sekelompok siswa yang telah tuntas terhadap bahan pelajaran, memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami bahan pelajaran yang dipelajarinya.
3.    Cony Semiawan, dkk (1987, h. 70) mengemukakan bahwa  Tutor Sebaya adalah siswa yang pandai dapat memberikan bantuan belajar kepada siswa yang kurang pandai. Bantuan tersebut dapat dilakukan kepada teman-teman sekelasnya di luar sekolah.

                                                                            3
          
            Jadi dari beberapa pendapat tokoh diatas maka Tutor sebaya dapat diartikan sebagai  sumber belajar selain guru, yaitu teman sebaya yang lebih pandai  memberikan  bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di sekolah.Prosedur penyelenggaraan tutor sebaya ada 3 macam:
  a) Student to tutor
  b) Group to tutor
  c) Student to student
               Beberapa hal yang ditekankan dalam pembelajaran tutor sebaya,yaitu;
       @.Tutor Sebaya merupakan salah satu strategi pembelajaran untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta didik. Ini merupakan pendekatan kooperatif bukan kompetitif. Rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja bersama.
      @. Tutor sebaya akan merasa bangga atas perannya dan juga belajar dari pengalamannya.  Hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dan diperolehnya atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ketika mereka belajar dengan “Tutor Sebaya”, peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi, dan memahami apa yang dipelajari dengan cara yang bermakna.
@.Bantuan belajar oleh teman sebaya dapat menghilangkan kecanggungan. Bahasa teman sebaya lebih mudah dipahami. Dengan teman sebaya tidak ada rasa enggan, rendah diri, malu dan sebagainya untuk bertanya ataupun minta bantuan.
     
           Jadi tugas sebagai tutor merupakan kegiatan yang kaya akan pengalaman yang justru sebenarnya merupakan kebutuhan anak itu sendiri. Dalam persiapan ini antara lain mereka berusaha mendapatkan hubungan dan pergaulan baru yang mantap sebagai teman sebaya, mencari perannya sendiri dengan mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsep yang penting, mendapatkan tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
                                                                     4

2.2 Hakekat Pembelajaran Tutor Sebaya
                Proses pembelajaran seharusnya menempatkan siswa sebagai subyek yang mempunyai potensi dasar masing-masing yang dapat berkembang bukan sebagai obyek yang hanya dapat dibentuk semau pendidik. Mereka membutuhkan dorongan eksternasl untuk menumbuhkembangkan potensi internal siswa.
                 Setiap pendidik harus memiliki pemahaman bahwa semua siswa memiliki kelebihan atau potensi yang bervareasi untuk berhasil. Jadi keberhasilan itu merupakan sebuah permata yang dapat menjadi milik semua orang. Keanekaragaman potensi atau kemampuan yang dimiliki siswa dalam memahami sebuah konsep sering menimbulkan masalah, antara lain kadang ada siswa yang sangat cepat memahami dan ada yang merasakan kesulitan tetapi merekan segan bahkan merasa takut untuk bertanya kepada guru, apa lagi kalau guru tersebut kurang menyenangkan.
      Kesulitan yang dialami oleh sekelompok siswa tersebut dapat diatasi dengan cara melibatkan teman sebayanya dalam pembelajaran atau guru menerapkan model  pembelajaran tutor sebaya.
                Strategi belajar dengan tutor sebaya adalah melakukan strategi belajar secara dini dalam upaya mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa agar tidak berdampak lebih jauh terhadap pengaruh yang cukup signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menguasai kompetensi yang seharusnya dicapai dan berdampak terhadap prestasi belajar siswa, salah satu model pembelajaran yang diduga mampu membuat suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan serta dapat membantu kesulitan belajar siswa adalah model pembelajaran tutor sebaya. Melalui model pembelajaran ini, siswa secara terbuka dan interaktif di bawah bimbingan guru, sehingga siswa terpacu untuk menguasai bahan ajar yang disajikan sesuai standar.
     Hakikat partisipasi siswa dalam model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok-kelompok kecil memerlukan peran aktif dari para siswa sebagai subyek ajar bukan sebagai obyek ajar, dengan demikian proses pembelajaran akan berlangsung efektif dan bermakna.
                                                              5
      
       Kondisi ini pada akhirnya akan meningkatkan pemahaman peserta didik yang bermakna  meningkatkan prestasi belajar
      Berbicara tentang aktivitas atau partisipasi siswa dalam pembelajaran, Trianto(2007) mengatakan bahwa guru tidak dibenarkan mengelola tingkah laku siswa dalam kelompok secara ketat, dan siswa memiliki ruang dan peluang untuk secara bebas mengendalikan aktivitas-aktivitas dalam kelompoknya.Secara bebas itu bermakna merdeka dalam berkativitas di pembelajaran. Bedasarkan prinsip Student centered, peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar Kondisi ini dikenal dengan istilah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), yang merupakan terjemahan dari student active training, yang memiliki makna bahwa proses pembelajaran akan lebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  
2.3 Kriteria Menjadi Tutor Sebaya

Menurut Moh. Surya (1985),ada 4 kriteria menjadi tutor sebaya,yaitu;
v  Tutor membantu murid/siswa yang kesulitan berdasarkan petunjuk guru
v  Murid/siswa yang dipilih sebagai tutor hendaknya diperhatikan segi kemampuan dalam penguasaan materi dan kemampuan membantu orang lain,
v  Dalam pelaksanaannya, tutor-tutor ini dapat membantu teman-temannya baik secara individual maupun secara kelompok sesuai petunjuk guru
v  Tutor dapat berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan-kegiatan kelompok, dalam hal tertentu dia dapat berperan sebagai pengganti guru.

2.4  Langkah-Langkah Dalam Pembelajaran Tutor Sebaya
                  Menurut Hisyam Zaini (2001:1) (dalam Amin Suyitno, 2004:34), langkah-langkah dalam menerapkan pembelajaran tutor sebaya adalah sbb;
Ø  Pilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri. Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi).


                                                                6

Ø  Bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub materi yang akan disampaikan guru. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya
Ø  Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari satu sub materi. Setiap kelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya.
Ø  Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas
Ø  Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.
Ø  Setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuai dengan urutan sub materi, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang perlu diluruskan.
2.5  Penggunaan Tutor Sebaya
      
      Agar model pembelajaran tutor sebaya mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan, Miler (dalam Aria Djalil 1997:2.48) menuliskan saran penggunaan tutor sebaya ;
*      Mulailah dengan tujuan yang jelas dan mudah dicapai
*      Jelaskan tujuan itu kepada seluruh siswa (kelas). Misalnya : agar pelajaran  matematika dapat mudah dipahami
*      Siapkan bahan dan sumber belajar yang memadai
*      Hindari kegiatan pengulangan yang telah dilakukan guru
*      Gunakan cara yang praktis
*      Pusatkan kegiatan tutorial pada keterampilan yang akan dilakukan tutor
*      Berikan latihan singkat mengenai yang akan dilakukan tutor
*      Lakukanlah pemantauan terhadap proses belajar yang terjadi melalui tutor sebaya
*      Jagalah agar siswa yang menjadi tutor tidak sombong.



                                                                             
                                                                            7


2.6  Kelebihan dan kekurangan model Pembelajaran Tutor Sebaya
     2.6.1 Kelebihan model pembelajaran tutor sebaya
              Kelebihan model pembelajaran tutor sebaya adalah;
v  Meringankan beban guru dalam membelajarkan siswa, terutama bagi guru yang menghadapi kelas gemuk/banyak
v  Memberikan dampak pengayaan pada siswa yang menjadi tutornya
v  Komunikasi antar siswa akan lebih efektif terutama dalam mengatasi beberapa kelemahan guru terutama dalam hubungan komunikasi dengan siswa
v  Bagi tutor sendiri sebagai kegiatan remedial yang merupakan kesempatan untuk pengayaan dalam belajar dan juga dapat menambah motivasi belajar
v  Bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak siswa dibantu
v  Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.

2.2.6    Kekurangan model pembelajaran tutor sebaya
               Kekurangan model pembelajaran teman sebaya adalah;
v  Siswa yang menjadi tutor berpotensi tidak memiliki keahlian membelajarkan
v  Kelas berpotensi riuh dan tidak terkendali
v   Guru berpotensi mengabaikan siswa karna terlalu mengandalkan tutor
v   Akan berpotensi pada perlakuan yang diskriminatif dimana pada keadaan tertentu justru sangat merugikan bagi efektifitas pembelajaran.
2.7 Cara Mengatasi Kekurangan
v  Guru senantiasa berkeliling sambil membimbing tutor dan siswa
v  Perhatian guru yang menyeluruh mengawasi siswa agar tidak keluar dari konteks  pembicaraan
v  Pusat perhatian guru adalah menjaga kondusifitas kelas sehingga siswa dapat nyaman belajar dari rekannya.
                                                     
                                                          
                                                        8

                                                                 BAB  3
                                                     PENUTUP

3.1 Kesimpulan          
               Berdasarkan uraian sebelumnya,maka penulis dapat menyimpulkan bahwa tutor sebaya adalah salah satu sumber belajar yang efektif selain guru. Penerapan model pembelajaran tutor sebaya dinilai sangat efektif untuk diterapkan dalam upaya meningkatkan aktivitas  dan prestasi belajar siswa.Hal ini disebabkan karena pembelajaran tutor sebaya lebih menekankan pada pemenuhan kebutuhan,baik kebutuhan peserta didik maupun kebutuhan tutor sebaya itu sendiri.Dimana ketika sekelompok siswa mengalami kesulitan dalam belajarnya,maka hal ini dapat diatasi dengan cara melibatkan teman sebayanya,begitupan sebaliknya,tutor sebaya dapat memperkuat apa yang dipelajarinya dengan membantu temannya yang mengalami kesulitan tersebut .

3.2 Saran
           Semoga tugas  makalah ini dapat diteruskan kepada generasi yang akan datang, karena     banyak manfaat yang didapat selain mahasiswa dapat belajar mandiri dalam menyusun makalah ini.



                                                                          

                                          
                                                                  9
                                       
                                           DAFTAR PUSTAKA

 Suriyono.1992.Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA.Jakarta:PT.Rineka Cipta.
 Wina Sanjana.2006.Strategi Pembelajaran Berorientasi standar dan Proses              Pendidikan.Bandung:Prenda Media Grup.













                                                                            10
                                                    DAFTAR ISI
Halaman Judul.....................................................................................................................i
Kata Pengantar.....................................................................................................................ii
Daftar  Isi.............................................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang...............................................................................................................1
1.2  R umusan Masalah.........................................................................................................1
1.3  Tujuan Penulisan............................................................................................................2
BAB 2 MODEL PEMBElAJARAN TUTOR SEBAYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR
2.1 Pengertian Tutor Sebaya..................................................................................................3-4
2.2 Hakekat Pembelajaran Tutor Sebaya...............................................................................5-6
2.3 Kriteria Menjadi Tutor Sebaya........................................................................................6
2.4 Langkah-Langkah Dalam Pembelajaran Tutor Sebaya...................................................6-7
2.5 Penggunaan Tutor sebaya................................................................................................7
2.6 Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Tutor Sebaya.....................................8
2.6.1 Kelebihan Model Pembelajaran Tutor Sebaya.............................................................8
2.6.2 Kekurangan Model Pembelajaran Tutor Sebaya..........................................................8
2.7 Cara Mengatasi Kekurangan Pembelajaran Tutor Sebaya..............................................8
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................................................9
3.2Saran.................................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................10
                                                                            iii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar