MAKALAH
MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam pembelajaran matematika sebenarnya telah banyak upaya yang
dilakukan oleh guru kelas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun
usaha itu belum menunjukan hasil yang optimal. Rentang nilai siswa yang pandai
dengan siswa yang kurang pandai terlalu mencolok. Untuk itu perlu diupayakan
pula agar rentang nilai antar siswa tersebut tidak terlalu jauh yaitu dengan
memanfaatkan siswa yang pandai untuk menularkan kemampuannya pada siswa lain
yang kemampuannya lebih rendah. Tentu saja guru yang menjadi perancang model
pembelajaran harus mengubah bentuk pembelajaran yang lain.
Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran tutor sebaya.Sisi lain yang menjadikan matematika dianggap siswa pelajaran yang sulit adalah bahasa yang digunakan oleh guru. Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan bahasa teman sebayanya daripada bahasa guru.Oleh karena itu,dalam tulisan ini penulis akan menjelaskan bagaimana pembelajaran teman sebaya itu sebagai sumber belajar.
Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran tutor sebaya.Sisi lain yang menjadikan matematika dianggap siswa pelajaran yang sulit adalah bahasa yang digunakan oleh guru. Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan bahasa teman sebayanya daripada bahasa guru.Oleh karena itu,dalam tulisan ini penulis akan menjelaskan bagaimana pembelajaran teman sebaya itu sebagai sumber belajar.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut;
Ø Apa
yang dimaksud dengan tutor sebaya?
Ø Bagaimana
hakekat pembelajaran tutor sebaya tersebut?
Ø Bagaimana
kriteria menjadi tutor sebaya?
Ø Apa
langkah-langkah dalam pembelajaran tutor sebaya?
Ø Apa
kelebihan dan kekuranan pembelajaran tutor sebaya?
Ø Bagaimana cara mengatasi kekurangan tutor sebaya?
Ø Bagaimana
contoh penggunaan tutor sebaya tersebut
dalam pembelajaran
Matematika?
1
1.3 Tujuan
Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas,maka
adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk;
Ø Menjelaskan
bagaimana pengertian tutor sebaya tersebut
Ø Menjelaskan
bagaimana hakekat dari pembelajaran tutor sebaya tersebut
Ø Menjelaskan
bagaimana langkah-langkah dalam menerapkan pembelajaran tutor sebaya
Ø Menjelaskan
kelebihan dan kekurangan pembelajaran tutor sebaya serta cara mengatasi
kekurangan pembelajaran tutor sebaya.
2
BAB 2
MODEL
PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR
2.1
Pengertian Tutor Sebaya
Keberhasilan suatu program pengajaran
dapat ditunjang dengan mengefektifkan potensi yang dimiliki oleh sekolah.
Potensi yang ada di sekolah yaitu semua sumber daya yang dapat mempengaruhi
hasil dari proses belajar mengajar.
Sumber belajar tidak selalu guru, tetapi bisa orang lain. Sumber belajar dari orang lain misalnya teman dari kelas yang lebih tinggi, teman sekelas atau keluarga di rumah. Sumber belajar yang bukan guru dan berasal dari orang lain yang lebih pandai disebut tutor. Tutor ada dua macam yaitu tutor sebaya dan tutor kakak. Tutor sebaya adalah teman sebaya yang lebih pandai, sedang tutor kakak adalah tutor dari kelas yang lebih tinggi.
Beberapa pendapat mengenai tutor sebaya, diantaranya adalah;
Sumber belajar tidak selalu guru, tetapi bisa orang lain. Sumber belajar dari orang lain misalnya teman dari kelas yang lebih tinggi, teman sekelas atau keluarga di rumah. Sumber belajar yang bukan guru dan berasal dari orang lain yang lebih pandai disebut tutor. Tutor ada dua macam yaitu tutor sebaya dan tutor kakak. Tutor sebaya adalah teman sebaya yang lebih pandai, sedang tutor kakak adalah tutor dari kelas yang lebih tinggi.
Beberapa pendapat mengenai tutor sebaya, diantaranya adalah;
1. Dedi
Supriyadi (1985. h. 36) mengemukakan bahwa,Tutor Sebaya
adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan ditugaskan untuk
membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tutor tersebut diambil dari
kelompok yang prestasinya lebih tinggi.
2. Ischak
dan Warji (1987, h. 44) mengemukakan bahwa Tutor
Sebaya adalah sekelompok siswa yang telah
tuntas terhadap bahan pelajaran, memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami
kesulitan dalam memahami bahan pelajaran yang dipelajarinya.
3. Cony
Semiawan, dkk (1987, h. 70) mengemukakan bahwa
Tutor Sebaya adalah
siswa yang pandai dapat memberikan bantuan belajar kepada siswa yang kurang
pandai. Bantuan tersebut dapat dilakukan kepada teman-teman sekelasnya di luar
sekolah.
3
Jadi dari beberapa pendapat tokoh
diatas maka Tutor sebaya dapat diartikan sebagai sumber belajar selain guru, yaitu teman
sebaya yang lebih pandai memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya
di sekolah.Prosedur penyelenggaraan tutor sebaya ada 3 macam:
a) Student to tutor
b) Group to tutor
c) Student to student
Beberapa hal yang ditekankan dalam
pembelajaran tutor sebaya,yaitu;
@.Tutor Sebaya merupakan salah satu
strategi pembelajaran untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta didik. Ini
merupakan pendekatan kooperatif bukan kompetitif. Rasa saling menghargai dan
mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja bersama.
@. Tutor sebaya akan merasa bangga atas
perannya dan juga belajar dari pengalamannya. Hal ini membantu memperkuat apa yang telah
dipelajari dan diperolehnya atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
Ketika mereka belajar dengan “Tutor Sebaya”, peserta didik juga mengembangkan
kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi, dan memahami apa
yang dipelajari dengan cara yang bermakna.
@.Bantuan
belajar oleh teman sebaya dapat menghilangkan kecanggungan. Bahasa teman sebaya
lebih mudah dipahami. Dengan teman sebaya tidak ada rasa enggan, rendah diri,
malu dan sebagainya untuk bertanya ataupun minta bantuan.
Jadi tugas sebagai tutor merupakan
kegiatan yang kaya akan pengalaman yang justru sebenarnya merupakan kebutuhan
anak itu sendiri. Dalam persiapan ini antara lain mereka berusaha mendapatkan
hubungan dan pergaulan baru yang mantap sebagai teman sebaya, mencari perannya
sendiri dengan mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsep yang
penting, mendapatkan tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
4
2.2 Hakekat Pembelajaran
Tutor Sebaya
Proses pembelajaran seharusnya menempatkan
siswa sebagai subyek yang mempunyai potensi dasar masing-masing yang dapat
berkembang bukan sebagai obyek yang hanya dapat dibentuk semau pendidik. Mereka
membutuhkan dorongan eksternasl untuk menumbuhkembangkan potensi internal
siswa.
Setiap pendidik harus memiliki pemahaman
bahwa semua siswa memiliki kelebihan atau potensi yang bervareasi untuk
berhasil. Jadi keberhasilan itu merupakan sebuah permata yang dapat menjadi
milik semua orang. Keanekaragaman potensi atau kemampuan yang dimiliki siswa
dalam memahami sebuah konsep sering menimbulkan masalah, antara lain kadang ada
siswa yang sangat cepat memahami dan ada yang merasakan kesulitan tetapi
merekan segan bahkan merasa takut untuk bertanya kepada guru, apa lagi kalau
guru tersebut kurang menyenangkan.
Kesulitan yang dialami oleh sekelompok
siswa tersebut dapat diatasi dengan cara melibatkan teman sebayanya dalam
pembelajaran atau guru menerapkan model pembelajaran tutor sebaya.
Strategi belajar dengan tutor
sebaya adalah melakukan strategi belajar secara dini dalam upaya mengantisipasi
kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa agar tidak berdampak lebih jauh
terhadap pengaruh yang cukup signifikan terhadap kemampuan siswa dalam
menguasai kompetensi yang seharusnya dicapai dan berdampak terhadap prestasi
belajar siswa, salah satu model pembelajaran yang diduga mampu membuat suasana
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan serta dapat membantu kesulitan
belajar siswa adalah model pembelajaran tutor sebaya. Melalui model
pembelajaran ini, siswa secara terbuka dan interaktif di bawah bimbingan guru,
sehingga siswa terpacu untuk menguasai bahan ajar yang disajikan sesuai
standar.
Hakikat partisipasi siswa dalam model
pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok-kelompok kecil memerlukan peran aktif
dari para siswa sebagai subyek ajar bukan sebagai obyek ajar, dengan demikian
proses pembelajaran akan berlangsung efektif dan bermakna.
5
Kondisi ini pada akhirnya akan
meningkatkan pemahaman peserta didik yang bermakna meningkatkan prestasi belajar
Berbicara tentang aktivitas atau
partisipasi siswa dalam pembelajaran, Trianto(2007) mengatakan bahwa guru tidak
dibenarkan mengelola tingkah laku siswa dalam kelompok secara ketat, dan siswa
memiliki ruang dan peluang untuk secara bebas mengendalikan aktivitas-aktivitas
dalam kelompoknya.Secara bebas itu bermakna merdeka dalam berkativitas di
pembelajaran. Bedasarkan prinsip Student centered, peserta didik merupakan
pusat dari suatu kegiatan belajar Kondisi ini dikenal dengan istilah Cara
Belajar Siswa Aktif (CBSA), yang merupakan terjemahan dari student active
training, yang memiliki makna bahwa proses pembelajaran akan lebih berhasil
apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan langsung dan relevan
dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2.3 Kriteria
Menjadi Tutor Sebaya
Menurut Moh. Surya (1985),ada 4 kriteria menjadi tutor
sebaya,yaitu;
v
Tutor membantu murid/siswa yang
kesulitan berdasarkan petunjuk guru
v
Murid/siswa yang dipilih sebagai
tutor hendaknya diperhatikan segi kemampuan dalam penguasaan materi dan
kemampuan membantu orang lain,
v
Dalam pelaksanaannya, tutor-tutor
ini dapat membantu teman-temannya baik secara individual maupun secara kelompok
sesuai petunjuk guru
v
Tutor dapat berperan sebagai
pemimpin dalam kegiatan-kegiatan kelompok, dalam hal tertentu dia dapat
berperan sebagai pengganti guru.
2.4 Langkah-Langkah
Dalam Pembelajaran Tutor Sebaya
Menurut Hisyam Zaini (2001:1)
(dalam Amin Suyitno, 2004:34), langkah-langkah dalam menerapkan pembelajaran tutor
sebaya adalah sbb;
Ø Pilih materi
yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri. Materi
pengajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi).
6
Ø Bagilah para
siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub materi
yang akan disampaikan guru. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok
dan bertindak sebagai tutor sebaya
Ø Masing-masing
kelompok diberi tugas mempelajari satu sub materi. Setiap kelompok dibantu oleh
siswa yang pandai sebagai tutor sebaya.
Ø Beri mereka
waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas
Ø Setiap
kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang
telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.
Ø Setelah
semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuai dengan urutan sub
materi, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang
perlu diluruskan.
2.5 Penggunaan Tutor Sebaya
Agar model pembelajaran tutor sebaya
mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan, Miler (dalam Aria Djalil
1997:2.48) menuliskan saran penggunaan tutor sebaya ;
7
2.6 Kelebihan dan kekurangan model Pembelajaran
Tutor Sebaya
2.6.1 Kelebihan model pembelajaran tutor
sebaya
Kelebihan model pembelajaran
tutor sebaya adalah;
v Meringankan
beban guru dalam membelajarkan siswa, terutama bagi guru yang menghadapi kelas
gemuk/banyak
v Memberikan
dampak pengayaan pada siswa yang menjadi tutornya
v Komunikasi
antar siswa akan lebih efektif terutama dalam mengatasi beberapa kelemahan guru
terutama dalam hubungan komunikasi dengan siswa
v Bagi tutor
sendiri sebagai kegiatan remedial yang merupakan kesempatan untuk pengayaan
dalam belajar dan juga dapat menambah motivasi belajar
v Bersifat
efisien, artinya bisa lebih banyak siswa dibantu
v Dapat meningkatkan
rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.
2.2.6
Kekurangan model pembelajaran tutor sebaya
Kekurangan
model pembelajaran teman sebaya adalah;
v Siswa
yang menjadi tutor berpotensi tidak memiliki keahlian membelajarkan
v Kelas
berpotensi riuh dan tidak terkendali
v Guru berpotensi mengabaikan siswa karna
terlalu mengandalkan tutor
v Akan berpotensi pada perlakuan yang
diskriminatif dimana pada keadaan tertentu justru sangat merugikan bagi
efektifitas pembelajaran.
2.7
Cara
Mengatasi Kekurangan
v Guru
senantiasa berkeliling sambil membimbing tutor dan siswa
v Perhatian
guru yang menyeluruh mengawasi siswa agar tidak keluar dari konteks pembicaraan
v Pusat
perhatian guru adalah menjaga kondusifitas kelas sehingga siswa dapat nyaman
belajar dari rekannya.
8
BAB
3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan uraian
sebelumnya,maka penulis dapat menyimpulkan bahwa tutor
sebaya adalah salah satu sumber belajar yang efektif selain guru. Penerapan model pembelajaran tutor
sebaya dinilai sangat efektif untuk diterapkan dalam upaya meningkatkan
aktivitas dan prestasi belajar siswa.Hal ini
disebabkan karena pembelajaran tutor sebaya lebih menekankan pada pemenuhan
kebutuhan,baik kebutuhan peserta didik maupun kebutuhan tutor sebaya itu sendiri.Dimana
ketika sekelompok siswa mengalami kesulitan dalam belajarnya,maka hal ini dapat
diatasi dengan cara melibatkan teman sebayanya,begitupan sebaliknya,tutor
sebaya dapat memperkuat apa yang dipelajarinya dengan membantu temannya yang
mengalami kesulitan tersebut .
3.2 Saran
Semoga tugas makalah ini dapat diteruskan kepada generasi
yang akan datang, karena banyak manfaat
yang didapat selain mahasiswa dapat belajar mandiri dalam menyusun makalah ini.
9
DAFTAR
PUSTAKA
Suriyono.1992.Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA.Jakarta:PT.Rineka Cipta.
Wina Sanjana.2006.Strategi Pembelajaran Berorientasi standar dan Proses Pendidikan.Bandung:Prenda Media Grup.
10
DAFTAR ISI
Halaman
Judul.....................................................................................................................i
Kata
Pengantar.....................................................................................................................ii
Daftar
Isi.............................................................................................................................iii
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang...............................................................................................................1
1.2 R
umusan
Masalah.........................................................................................................1
1.3 Tujuan
Penulisan............................................................................................................2
BAB 2 MODEL
PEMBElAJARAN TUTOR SEBAYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR
2.1 Pengertian
Tutor Sebaya..................................................................................................3-4
2.2 Hakekat
Pembelajaran Tutor Sebaya...............................................................................5-6
2.3 Kriteria
Menjadi Tutor Sebaya........................................................................................6
2.4
Langkah-Langkah Dalam Pembelajaran Tutor Sebaya...................................................6-7
2.5
Penggunaan Tutor sebaya................................................................................................7
2.6 Kelebihan
dan Kekurangan Model Pembelajaran Tutor Sebaya.....................................8
2.6.1 Kelebihan
Model Pembelajaran Tutor Sebaya.............................................................8
2.6.2 Kekurangan
Model Pembelajaran Tutor Sebaya..........................................................8
2.7 Cara
Mengatasi Kekurangan Pembelajaran Tutor Sebaya..............................................8
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................................................9
3.2Saran.................................................................................................................................9
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................................10
iii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar