Senin, 07 April 2014

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM




KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
Keselamatan kerja di laboratorium
Jenis Berkas: PDF fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu Adobe Acrobat - KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
kelalaian atau kecerobohan kerja, ini dapat membuat orang tersebut cedera, dan bahkan bagi orang disekitarnya. Keselamatan kerja di laboratorium merupakan KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
pustaka.unpad.ac.id fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu wp-content fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu 06 fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu keselamatan_laboratorium.pdf - laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
Keselamatan Kerja Laboratorium | Chem-Is-Try.Org | Situs Kimia KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
15 Jan 2010 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM Laboratorium kimia merupakan kelengkapan sebuah program studi yang digunakan untuk meningkatkan ketrampilan penggunaan dan pemakaian bahan KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
panduan prosedur konsep prinsip .chem-is-try.org fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM laboratorium KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu keselamatan-kerja-laboratorium fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu - Tembolok - laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
[PDF]
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM LABORATORIUM
Jenis Berkas: PDF fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu Adobe Acrobat
yang penuh akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di dalam laboratorium, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM Dalam laboratorium diperlukan suatu panduan untuk keselamatan kerja KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
repository.ui.ac.id fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu c484cd2762ac6ca96d040e639369f9560a68459d.pdf - laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
[PDF]
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM KESEHATAN
Jenis Berkas: PDF fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu Adobe Acrobat - KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
Pengembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium Aanalais Kesehatan. 1. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA. LABORATORIUM KESEHATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
panduan prosedur konsep prinsip .depkes.go.id fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu Kesehatan%20Kerja%20di%20Labkes.PDF - laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
[PPT]
KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM
Jenis Berkas: Microsoft Powerpoint - KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
Karena laboratorium adalah tempat bekerja karyawan, dosen, asisten dan mahasiswa maka perlu dipikrkan keselamatan kerja dalam laboratorium tersebut. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
cobaberbagi.files.wordpress. laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu keselamatan-kerja-di-laboratorium.ppt - laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN
Organisasi keselamatan dan kesehatan kerja laboratorium KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM demi keselamatan kerja bersama di laboratorium. Sosialisasi. perlu dilakukan terus menerus, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
panduan prosedur konsep prinsip .kalbe.co.id fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM Manajemenkeselamatankerja KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu 154_05_Manajemenkeselamatankerja. laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip - Tembolok - laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
hendra's Site - manajemen keselamatan kerja di laboratorium
Oleh karena itu usaha-usaha pengamanan kerja di laboratorium harus ditangani secara serius oleh organisasi keselamatan kerja laboratorium. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
hendrawansilondae.multiply. laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu manajemen_keselamatan_kerja_di_laboratorium - Tembolok - laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM KESEHATAN
1 Mei 2010 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM KESEHATANDr. Erna Tresnaningsih MOH, PhD,SpOKPusat Kesehatan KerjaSETJEN DEPKES RII PENDAHULUAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
panduan prosedur konsep prinsip .docstoc. laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu KESEHATAN-DAN-KESELAMATAN-KERJA-LABORATORIUM-KESEHATAN - Tembolok
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
PERATURAN KESELAMATAN KERJA :: Peraturan Keselamatan Kerja Lab Kimia
Peraturan keselamatan kerja perlu ditaati, bukan hanya dibuat dan diketahui. Sebab persoalan disini adalah hal keselamatan. Tak hanya mengancam kesehatan, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
panduan prosedur konsep prinsip .anneahira. laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu peraturan-keselamatan-kerja.htm - Tembolok
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
PELATIHAN SISTEM KESELAMATAN KERJA di LABORATORIUM KIMIA
28 Okt 2010 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM Oleh karena itu sebagai pendukung laboratorium yang berstandar internasional, diperlukan penjaminan keselamatan kerja. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM
lppt.ugm.ac.id fisika kimia biologi mikrobiologi pangan mutu berita-133-pelatihan-sistem-keselamatan-kerja-di-laboratorium-kimia. laporan makalah skripsi dan jurnal panduan prosedur konsep prinsip




KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohaniah tenaga kerja (laboran/analis) pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur. Secara keilmuan K3 merupakan ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

• Tujuan
 Setiap tenaga kerja/laboran dan orang lainnya yang berada di laboratorium mendapat perlindungan atas keselamatannya.
 Setiap bahan kimia atau peralatan dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.
 Proses pengujian berjalan lancar.
 Kondisi tersebut di atas dapat dicapai antara lain bila kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah dan ditanggulangi

•Hakikat higiene laboratorium dan kesehatan kerja adalah dua hal :
1). Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan laboran/analis yang setinggi-tingginya, dengan maksud untuk kesejahteraan laboran.
2). Sebagai alat untuk meningkatkan analisis, yang berlandaskan kepada meningginya effisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam analisis atau pengujian.


• Kondisi-Kondisi Kesehatan Yang Menyebabkan Rendahnya Produktivitas Kerja
1. Penyakit Umum
2. Penyakit Akibat Kerja
3. Kondisi Gizi
4. Lingkungan Kerja
5. Beban Kerja

• Terdapat 5 (lima) faktor penyebab penyakit akibat kerja
– Golongan fisik (keadaan suhu, kelembaban, suara kebisingan, radiasi, tekanan udara, penerangan, getaran dan gerak udara yang memberikan suhu efektif diluar kenikmatan kerja.
– Golongan kimia
– Golongan biologi
– Golongan fisiologi/ergonomi
– Golongan Psikologi

• Sanitasi Ruang Dan Peralatan Laboratorium
- Kondisi lantai secara umum harus bersih, kedap air, tidak licin, rata sehingga mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air.
- Dinding tembok, jendela, langit-langit, kerangka bangunan, perpipaan, lampu-lampu dan benda lain yang berada di sekitar ruang pengujian harus dalam kondisi bersih.
- Kondisi umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan ventilasi yang baik. Ventilasi harus tersedia dengan cukup dan berfungsi dengan baik. Pencahayaan atau penerangan hendaknya tersebar secara merata dan cukup di semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyilaukan
- Semua peralatan yang digunakan untuk pengujian harus selalu diperhatikan kebersihannya, dan juga penanganannya harus hati-hati karena kebanyakan peralatan laboratorium mudah pecah.
- Setelah penggunaan alat gelas dan non gelas selesai atau pekerjaan telah selesai semua peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan harus dibersihkan dengan bahan saniter. Saniter adalah senyawa kimia yang dapat membantu membunuh bakteri dan mikroba. Air yang digunakan dalam pencucian alat hendaknya air yang bersih yang memenuhi persyaratan sanitasi, sehingga mencegah kontaminasi. Air bersih mempunyai ciri-ciri antara lain tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau

• Pengendalian Ruang Penyimpanan Bahan Kimia
- Ruang penyimpanan bahan kimia di laboratorium harus dikendalikan sehingga temperatur, kelembaban, dan sirkulasi udara sesuai dengan yang diharapkan, Jika temperatur dalam ruang penyimpanan bahan kimia tersebut tingga dan terasa pengap, maka exhaust fan (alat sejenis kipas angin) dihidupkan dan ventilasi atau pintu dibuka agar terjadi sirkulasi udara, sehingga dapat menurunkan temperatur dan kelembaban.
- Pada saat akan mengambil bahan kimia harus memakai alat keselamatan kerja. Sebelum masuk ruang penyimpanan bahan kimia, harus memeriksa suhu dan kelembaban ruangan apakah sesuai dengan persyaratan, baru melakukan pengambilan atau penempatan bahan kimia

• Pengaruh Bahan Kimia Terhadap Kesehatan
- Iritasi, yaitu terjadinya luka bakar setempat akibat kontak bahan kimia dengan bagian tubuh.
- Korosif kerusakan jaringan.
- Timbulnya alergi nampak sebagian bintik-bintik merah kecil atau gelembung berisi cairan atau gangguan pernafasan (tersumbat dan pendek-pendek)
- Pernafasan terganggu, seperti sulit bernafas sehingga terasa tercekik atau aspiksian karena kekurangan oksigen akibat diikat olah gas thinner seperti : nitrogen dan karbon dioksida.
- Timbulnya keracunan sistemik, yaitu bahan kimia yang dapat mempengaruhi bagian-bagian tubuh seperti merusak hati, ginjal, susunan syaraf dan lain-lain.
- Kanker, akibat paparan bahan kimia sehingga merangsang pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dalam bentuk tumor ganas.
- Kerusakan atau kelainan janin yang ditandai oleh kelahiran dalam keadaan cacat atau kemandulan.
- Phemokoniosis, yaitu timbunan debu dalam paru-paru sehingga kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen menjadi kurang akibatnya penderita mengalami nafas pendek.

• Pembuangan Limbah
- Saluran pembuangan limbah bahan kimia dalam bentuk cair harus dikonstruksi dengan baik sehingga proses pembuangan limbah cair tidak terhambat.
- Tempat penampungan hendaknya dibuat, jangan langsung dibuang ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan umum.
- Jika produksi sampah/limbah cair ternyata cukup tinggi, atau telah mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa masalah pencemaran di lingkungan telah terjadi, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan badan pengelolaan limbah

• Fasilitas Penggudangan
- Ruangan, dinding, bangunan dan pekarangan bangunan harus selalu bersih, bebas sampah dan kotoran.
- Barang barang yang disimpan dalam gudang harus diatur dan disusun secara baik dan teratur, dengan menyisakan jarak yang cukup, baik jarak antar tumpukan maupun dengan dinding tembok
- Barang yang telah rusak atau bahan baku yang telah busuk, hendaknya diambil dan dipisahkan dari barang-barang yang masih baik
- Untuk sampah yang kering dan padat perlu disediakan tempat pembuangan sampah padat yang cukup, baik kebersihannya maupun ukurannya sesuai dengan jumlah sampah diproduksi

• Pengertian Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan

• Tujuan keselamatan kerja adalah
- Melindungi laboran/analis atau tenaga kerja lainnya atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas .
- Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja (laboratorium).
- Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien

• Keselamatan Kerja Dan Perlindungan Tenaga Kerja
Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, yaitu perlindungan keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama

• Keselamatan Kerja Dan Peningkatan Produksi/jasa Dan Produktivitas
- Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan yang menjadi sebab sakit, cacat dan kematian dapat dikurangi atau ditekan sekecil-kecilnya, sehingga pembiayaan yang tidak perlu dapat dihindari.
- Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja dan mesin yang produktif dan efisien dan bertalian dengan tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi.
- Keselamatan kerja yang dilaksanakan sebaik-baiknya dengan partisipasi pengusaha dan buruh akan membawa iklim keamanan dan ketenagaan kerja, sehingga sangat membantu bagi hubungan buruh dan pengusaha yang merupakan landasan kuat bagi terciptanya kelancaran produksi

• Metoda Pencegahan Kecelakaan
1. Peraturan perundangan
2. Standarisasi
3. Pengawasan
4. Penelitian bersifat teknik yang meliputi sifat dan ciri bahan yang berbahaya, penyelidikan tentang pagar pengaman, Riset medis
5. Penelitian psikologis
6. Penelitian syarat statistik
7. Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum teknik
8. Latihan-latihan
9. Penggairahan
10. Asuransi
11. Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan

• Penyebab Terjadinya Kecelakaan Di Laboratorium
1. Kekurangan dalam Alat Pelindung Diri
2. Kekurangan dalam Ventilasi
3. Masalah Kebersihan
4. Bahaya Listrik
5. Kurangnya Pengetahuan Tentang Bahan Berbahaya
6. Masalah Penggudangan Bahan Kimia
7. Informasi dan Komunikasi
8. Prosedur dan Peralatan Keadaan Darurat
9. Tanggung Jawab Pekerja yang Rendah
10. Tanggung Jawab Manajemen yang Rendah

• Pencegahan dan penanggulangan Keadaan Darurat di Laboratorium
1. Menggunakan Akal Sehat
2. Kacamata Pengaman
3. Bahan Kimia di Mata
4. Asam dan Basa
5. Luka karena Bahan Kimia
6. Luka Bakar
7. Tergores atau Teriris
8. Menghirup Bahan Beracun
9. Menghindari Kebakaran
10. Memadamkan Api
11. Memadamkan Api yang Membakar Pakaian
12. Menangani Pelarut
























































Keselamatan kerja lab — Presentation Transcript

ñ 1. KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUMLa TahangFKIP UNHALU
ñ 2. Setiap instansi atau setiap unit kegiatan kerja, terutama menyangkut banyak jiwa manusia, selalu harus dipikirkan pula ”keselamatannya”. Karena laboratorium adalah tempat bekerja karyawan, dosen, asisten dan mahasiswa maka perlu dipikrkan keselamatan kerja dalam laboratorium tersebut.
ñ 3. Laboratorium adalah tempat menyimpan alat-alat yang mahal harganya demikian pula data-data berharga lainnya, maka keselamatan ini meliputi:Tempat bekerjanyaAlat dan bahan yang tersediaPekerjaan dan hasil karyanyaHubungan antara pekerjaannyaPraktikan, asisten, mahasiswa, dosen (pengguna lab)Lingkungan
ñ 4. Keselamatan kerja di dalam LabLaboratorium dengan perabotnyaListrikKecelakaan akibat kebakaranKecelakaan akibat bahan kimiaLabel bahan kimia berbahayaPencegahan terhadap bahan kimia berbahaya
ñ 5. Beberapa catatan mengenai laboratorium yang menyimpan bahan-bahan kimiaSemua bahan kimia harus tersimpan dalam botol atau kaleng yang sesuai dan tahan lama. Sebaiknya di simpan di tempat-tempat yang kecil dan cukup untuk pemakaian sehari-hari.Tempat persediaan untuk jangka panjang harus tersimpan dalam gudang bahan kimia yang khusus/ gudang dalam tanah misalnya.Setiap saat bahan kimia harus diperiksa secara rutin, untuk menentukan apakah bahan-bahan tersebut masih dapat digunakan atau tidak, dan perbaikan label yang biasanya rusak. Bahan-bahan yang tak dapat digunakan lagi harus dibuang/ dimusnahkan secara kimia.
ñ 6. Beberapa catatan mengenai laboratorium yang menyimpan bahan-bahan kimia Semua bahan harus diberi tanda-tanda khusus, diberi label dengan semua keterangan yang diperlukan misalnya.:nama bahantanggal pembuatanjumlah (isi)asal bahan (merek pabrik dan lain-lain)tinhgkat bahaya yang mungkin (racun, korosiv, higroskopis dll)keterangan-keterangan yang perlu (presentase, smbol kimianya dan lain-lain)
ñ 7. Di bawah ini tanda-tanda yang sering digunakan secara internasional:POISON : Bahan-bahan yang bersifat racun
ñ 8. Bahan yang mudah terbakarFlammable
ñ 9. Corrosive bahan yang dapat merusak jaringan hidup
ñ 10. Irritant Sedikt saja masuk ke tubuh dapat membakar kulit, selaput lendir atau sistem pernapasan
ñ 11. Toxic Sedikit saja masuk ke tubuh dapat menyebabkan kematian atau sakit keras
ñ 12. Oxidising Agent Bahan yang dapat menghasilkan panas bila bersentuhan dengan bahan lain terutama bahan-bahan yang mudah terbakar
ñ 13. Explosive Bahan yang mudah meledak bila kena panas, api atau sensitif terhadap gesekan atau goncangan
ñ 14. RadioactiveBahan-bahan yang bersifat radioaktif
ñ 15. High voltagePeringatan tegangan tinggi
ñ 16. No SmokingArea dilarang merokok
ñ 17. Area dilarang menyalakan api
ñ 24. Sampah Setiap laboratorium harus memiliki tempat sampah yang khusus., sampah cair tidak dibuang di saluran air hujan atau saluran saptiktang.tempat sampah cair bahan kimiatempat sampah reaktifsampah radioaktifsampah biasapembuangan air cucian
ñ 25. PPPKLuka bakarMata kemasukan benda asingLuka tergores/teririsBahan kimia masuk dalam mulutKeracunanKejutan listrikMembalut lukaPingsanRadiasi dan zat radioaktif































































































Kompetensi

Kompetensi Dasar
Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam
Indikator
Setelah mengikuti pembelajaran ini maka diharapkan siswa dapat:
1.       mengenal alat dan bahan laboratorium
2.       memperlakukan dengan benar alat dan bahan laboratorium IPA
3.       mengenali bahan berbahaya yang berpengaruh terhadap  kesehatan
4.       memahami simbol-simbol yang ada dilaboratorium
5.       mengetahui cara memberikan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan di laboratorium.

Materi

Pendahuluan

Dari manakah teori-teori besar terlahir?
Teori terlahir dari sebuah pengamatan. Melalui pengamatan akan muncul keingintahuan terhadap segala yang diamati (sifat dasar manusia). Dan inilah sebuah awal dari langkah-langkah penelitian yang disebut dengan metode ilmiah. Dengan menggunakan akalnya, manusia mencoba-coba berbagai model, atau mencoba dengan berbagai alat yang ditemukan di sekitarnya untuk membuktikan hasil pengamatannya.
Tahukah kamu bahwa sebuah teori besar tentang gravitasi alam semesta lahir dari sebuah kejadian remeh yang tidak pernah kita dapatkan hubungannya dengan teori besar itu? Siapakah pencetus teori besar itu? Dan bagaimanakah saintis itu memulainya? Untuk mengembangkan pengetahuan kita atau sekedar untuk membuktikan teori yang telah lama orang pelajari agar dapat lebih mengena dalam belajar, maka perlu bagi kita untuk membuatkan model-model alat dan bahan di laboratorium. Laboratorium menggunakan banyak peralatan-peralatan dan bahan-bahan yang kadang berbahaya bagi kesehatan maupun keselamatan jiwa. Untuk itu perlu dibuat aturan dalam penggunaannya. Berikut ini akan diuraikan bagaimana kita mengenal alat-alat dan bahan, memperlakukannya, dan menghindarkan diri dari efek bahan-bahan berbahaya dan mengetahui langkah-langkah penyelamatan terhadap kecelakaan laboratorium. 
Keselamatan kerja di laboratorium IPA menyangkut keselamatan terhadap pengguna dan juga keselamatan terhadap alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan. Dalam hal keselamatan pengguna maka perlu dibuatkan aturan atau tata tertib di laboratorium serta peringatan-peringatan terhadap bahan-bahan yang berbahaya, sedang keselamatan terhadap alat-alat perlu diperkenalkan bentuk-bentuk dan nama-nama alat serta bagaimana cara menggunakan dan cara menyimpannya.
Keselamatan kerja di laboratorium IPA meliputi kegiatan:
1.       Memperlakukan alat dan bahan Laboratorium
2.       Simbol-simbol di laboratorium
3.       Pertolongan pertama pada kecelakaan

Keselamatan Alat dan Bahan

Mengenal Alat-alat Laboratorium

A. Mengenal Alat-alat Laboratorium
Laboratorium adalah suatu tempat dimana guru, siswa, peneliti melakukan percobaan. Laboratorium IPA dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu :
1.       Laboratorium Fisika
2.       Laboratorium Biologi
3.       Laboratorium Kimia
Untuk menghindari kecelakaan di dalam laboratorium maka perlu adanya aturan dan persiapan teknik kerja serta pengenalan terhadap alat dan bahan-bahan laboratorium. Berikut ini adalah beberapa alat dan bahan yang sering digunakan dalam laboratorium IPA.
Berikut ini adalah beberapa alat yang ada di laboratorium Fisika
1.
Boiling Tube

Manfaat alat:
ñ Untuk memanaskan/mendidihkan zat kimia dalam jumlah sedikit
Cara menggunakannya:
ñ Jepit dengan penjepit kayu saat digunakan untuk memanaskan cairan
Jangan arahkan ujung yang terbuka ke muka saat dipanaskan
Resiko yang mungkin:
ñ Tersiram air panas saat proses mendidih terjadi
ñ Kena pecahan
2.
Power Supply

Manfaat alat:
ñ Sebagai sumber tegangan dan sumber arus listrik
Cara menggunakannya:
ñ Gunakan sandal kering/sepatu saat menghubungkan stop kontak
Resiko yang mungkin:
ñ Tersengat listrik saat menyambungkan ke sumber PLN
3.
Bunsen Burner

Manfaat alat:
ñ Digunakan untuk memanaskan zat
Cara menggunakannya:
ñ Buka tutup sumbunya
ñ Nyalakan dengan korek api,
ñ Matikan apinya dengan menutup api dengan tutupnya saat masih menyala
Resiko yang mungkin:
ñ Kebakaran
4.
Evaporating Dish


Manfaat alat:
ñ Untuk memisahkan zat padat yang terlarut dalam solusi di atas bunsen burner
Cara menggunakannya:
ñ Taruh di atas tripot
ñ Nyalakan pembakar spiritus di bawahnya
ñ Pegang dengan penjepit jika mengangkatnya.
ñ Hindarkan kontak langsung dengan
Resiko yang mungkin:
ñ Kulit terbakar jika bersentuhan saat masih panas
5.
Termometer

Manfaat alat:
ñ Mengukur temperatur
Cara menggunakannya:
ñ Pegang ujung atas jika menggunakan
ñ Masukkan/tempelkan ujung bawah ke dalam zat yang akan diukur
ñ Jangan digunakan untuk mengaduk karena bagian bawah yang berisi cairan dindingnya tipis
Resiko yang mungkin:
ñ Pecah
ñ Merkuri merupakan zat yang beracun
6.
Galvanometer

Manfaat alat:
ñ Mengukur tegangan listrik
Cara menggunakannya:
ñ Hindari penggunaan melebihi batas ukur
ñ Jangan salah dalam menghubungkan kutub-kutubnya
ñ Hindarkan benturan dan terjatuh
Resiko yang mungkin:
ñ Rusak karena penggunaan diluar batas ukur
ñ Pecah karena bahan terbuat dari plastik
7.
Lensa/Cermin

Manfaat alat:
ñ Untuk pembiasan dan pemantulan cahaya
Cara menggunakannya:
ñ Jepit alat ini pada meja optik dengan penjepit
ñ Tempatkan dalam wadah khusus.
Resiko yang mungkin:
ñ Mudah pecah
8.
Magnet

Manfaat alat:
ñ Untuk percobaan induksi listrik
Cara menggunakannya:
ñ Jangan dipanaskan dan dipukul-pukul
ñ Saat menyimpan, kutub-kutubnya harus saling terbalik satu sama lain.
Resiko yang mungkin:
ñ Hilang kemagnetannya

Mengenal Alat-alat Laboratorium Kimia
Alat-alat lain yang selalu digunakan dalam proses pemisahan campuran
1.
Test Tube


Manfaat alat:
ñ Untuk melakukan pemanasan atau melakukan reaksi kimia dalam jumlah kecil
Cara menggunakannya:
ñ Jepit dengan penjepit kayu saat digunakan untuk memanaskan cairan
ñ Jangan arahkan ujung yang terbuka ke muka saat dipanaskan
Resiko yang mungkin:
ñ Percikan air panas saat cairan dalam tabung mendidih
2.
Liebig Condenser

Manfaat alat:
ñ Untuk mengembunkan uap  dalam proses destilasi
Cara menggunakannya:
ñ Sambungkan dengan  tabung destilasi
ñ Alirkan air dari lubang bawah dan keluarkan dari atas
Resiko yang mungkin:
ñ Pecah
3.
Distiling Flask

Manfaat alat:
ñ Untuk memisahkan zat cair dari larutan padatan maupun larutan cair dalam proses distilasi.
Cara menggunakannya:
ñ Tahan tabung destilasi dengan penjepit pada statif
ñ Letakkan tripot dibawahnya
ñ Letakkan pembakar spiritus dibawah tripot
ñ Tutup tabung dengan karet yang ada termometernya
Resiko yang mungkin:
ñ Pecah

Alat –alat yang berhubungan dengan praktikum di laboratorium biologi seperti
1. Mikroskop
Manfaat: Melihat benda-benda kecil
Cara menggunakan dan memindahkan:
ñ Memindahkan mikroskop dengan memegang badan mikroskop dengan tangan kanan dan menyangga dasarnya dengan tangan kiri.
ñ Cara mencari fokus dimulai dengan menjauhkan lensa dari preparat bukan mendekatkan lensa ke preparat
2. Alat-alat bedah
Manfaat: Untuk melakukan praktik pembedahan hewan
Cara menggunakan dan memindahkan:
ñ Masukkan semua peralatan dalam kantong, tutup kantongnya dan bawa semua peralatan di dalam kantong
Resiko: Dapat menimbulkan luka goresan atau tertusuk.

Mengenal Jenis Bahan Berbahaya bagi Tubuh

B. Mengenal Jenis Bahan Berbahaya bagi Tubuh
Disamping pengenalan terhadap alat-alat, tidak kalah pentingnya juga bagi siswa dan guru untuk mengenal bahan-bahan yang ada di laboratorium. Berikut ini beberapa petunjuk dalam menggunakan bahan-bahan:
1. menggunakan spatula dalam mengambil bahan-bahan kimia berbentuk padat
2. bacalah label bahan kimia yang tertempel pada wadahnya.
3. gunakan pipet untuk mengambil larutan yang bersifat korosif
Berikut ini adalah beberapa contoh bahan-bahan kimia yang berbahaya seperti :
1.       Zat yang mudah terbakar
a.       Amonium klorida
b.       Amonium nitrat
c.        Asam kromat
d.       Asam nitrat
e.        Sodium
2.       Zat yang menyebabkan iritasi
a.       HCl (asam klorida)
b.       H2SO4 (Asam sulfat)
c.        NH3 (Ammonia)
d.       Antimon oksida


Memperlakukan dengan Benar Alat dan Bahan

C. Memperlakukan dengan Benar Alat dan Bahan
Begitu pula cara menggunakan alat-alat laboratorium seperti memegang botol reagen, agar label yang ada tidak rusak kena sisa cairan yang dituangkan maka label pada botol harus dilindungi dengan tangan dan posisi label ada di atas pada saat dituangkan.
Banyak peralatan laboratorium yang terbuat dari gelas, karena sifat gelas yang mudah pecah, maka perlu kehati-hatian dalam memegang peralatan ini. Jika kita ingin memasukkan pipa gelas ke dalam prop-karet, maka tangan kita harus menggunakan sarung tangan, agar tangan kita terlindungi dari luka jika kebetulan pipa patah/pecah.
Perhatikan bagaimana pemasangan pipa kaca pada prop karet.


Simbol-simbol di Laboratorium

Beberapa jenis zat kimia dan peralatan digunakan di laboratorium IPA. Dengan demikian kita harus mengetahui sifat-sifat dari semua bahan-bahan kimia. Adapun sifat-sifat bahan-bahan kimia antara lain: bersifat racun, korosif atau mudah terbakar. Oleh karena itu, bahan-bahan ini disimpan dan dikemas dalam botol/wadah yang diberi label dan simbol tertentu. Beberapa simbol dan cara penanganannya dapat dilihat dalam bentuk tabel berikut:
a. Simbol bahan radioaktif dan beracun
b. Simbol bahan mudah terbakar
c. Simbol bahan mudah meledak dan korosif

PPPK

Kecelakaan bisa saja terjadi di laboratorium IPA. Beberapa jenis kecelakaan yang sering terjadi dapat diakibatkan oleh beberapa faktor seperti :
 
Jika tangan kita terkena tumpahan HCl maka langkah yang harus ditempuh adalah:
1.       Jangan gunakan lap untuk menghilangkan HCl dari permukaan kulit.
2.       Alirkan air pada tempat yang terkena HCl dalam waktu yang agak lama, hal ini dilakukan untuk mengurangi konsentrasi HCl.
           

1 komentar:

  1. artikel yang bagus dan sangat memberikan informasi
    www.sepatusafetyonline.com

    BalasHapus