PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Pemecahan masalah merupakan bagian kurikulum
dari matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun
penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan
pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada
pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin.
Melalui kegiatan ini aspek-aspek kemampuan
matematik penting seperti penerapan aturan pada masalah tidak rutin, penemuan
pola, penggeneralisasian, komunikasi matematik, dan lain-lain dapat
dikembangkan secara lebih baik. Temuan-temuan penelitian yang dilakukan Bitter
(1987) dan Capper(1984) menunjukkan bahwa pengajaran matematika harus digunakan
untuk memperkaya,memperdalam, dan memperluas kemampuan siswa dalam pemecahan
masalah matematika.
Pemecahan masalah
merupakan suatu kegiatan penting dalam matematika sekolah, karena dalam proses
pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman
menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan
pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Melalui kegiatan ini
aspek-aspek kemampuan matematik penting seperti penerapan aturan pada masalah
tidak rutin, penemuan pola, penggeneralisasian, komunikasi matematik, dan
lain-lain dapat dikembangkan secara lebih baik
2.
Tujuan
Penulis membuat
makalah ini dengan tujuan untuk diketahui oleh guru atau calon guru bahwa apa
itu sebenarnyan pemecahan masalah matematika dan segala yang terkandung
didalamnya.
Tujuan lain yang mendasari pembuatan makalah ini yakni memacu para guru atau calon guru untuk menciptakan berbagai macam ide kreatif menciptakan pembelajaran matematika dan dapat mencari solusi dari masalah-masalah matematika yang dihadapi saat ini demi menciptakan suatu pembelajaran matematika yang menyenangkan.
Tujuan lain yang mendasari pembuatan makalah ini yakni memacu para guru atau calon guru untuk menciptakan berbagai macam ide kreatif menciptakan pembelajaran matematika dan dapat mencari solusi dari masalah-masalah matematika yang dihadapi saat ini demi menciptakan suatu pembelajaran matematika yang menyenangkan.
3.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan
masalah dari makah tersebut adalah sebagai berikut:
ü Pengertian Pemecahan Masalah
ü Hakekat pemecahan masalah
ü Jenis-jenis masalah
ü Cara mengerjakan pemecahan masalah
ü Strategi pemecahan masalah
ü Keunggulan dan kelemahan pemecahan masalah
ü Contoh penerapan strategi pemecahan masalah
menurut Polya
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah
adalah suatu proses penemuan suatu respon yang tepat terhadap suatu situasi
yang benar-benar unik dan baru bagi pemecah masalah (siswa). Kemampuan
pemecahan masalah adalah salah satu objek tak langsung dalam belajar
matematika.
Gagne
mengemukakan belajar pemecahan masalah adalah tingkat tertinggi dari hirarkhi
belajar.
Selanjutnya Hudojo (Aisyah, 2007: 5-3) mengemukakan pemecahan masalah pada dasarnya merupakan proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah.
Selanjutnya Hudojo (Aisyah, 2007: 5-3) mengemukakan pemecahan masalah pada dasarnya merupakan proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah.
Pembelajaran
berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktifitas pembelajaran yang
menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.
2.
Hakekat Pemecahan Masalah
Setiap masalah selalu berkaitan dengan suatu
pertanyaan, tetapi tidak setiap pertanyaan merupakan masalah. Sebuah pertanyaan
merupakan masalah apabila pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab atau
diselesaikan secara langsung melalui prosedur rutin. Untuk dapat menyelesaikan
suatu masalah, seseorang harus melakukan seleksi terhadap data informasi yang
diperoleh dan mengorganisasikan konsep-konsep yang dimilikinya. Namun apabila
seseorang telah berhasil menemukan jawabannya, baik secara mandiri maupun
melalui bantuan orang lain atau mendapatkan penyelesain dari buku atau sumber
lain, maka pertanyaan yang merupakan masalah tersebut, sekarang sudah bukan
merupakan permasalahan lagi bagi dirinya.
Berdasarkan
uraian di atas maka sebuah pertanyaan yang merupakan masalah bagi seseorang
bersifat:
1) Relatif, tergantung situasi dan kondisi seseorang
yang menghadapinya.
2)
Tidak
dapat diselesaikan secara langsung dengan prosedur rutin tetapi masih
memungkinkan
orang tersebut untuk menyelesaikannya melalui seleksi data informasi dan
organisasi konsep yang dimilikinya.
3)
Dapat
dimengerti, artinya suatu pertanyaan pada bidang tertentu akan merupakan
masalah hanya bagi mereka yang mempelajari atau berkecimpung pada bidang
tersebut.
Untuk memudahkan
dalam pemilihan, perlu dilakukan perbedaan antara soal rutin dan soal tidak
rutin. Soal rutin biasanya mencakup aplikasi atau prosedur matematika yang sama
atau mirip dengan hal baru dipelajari. Sedangkan dalam masalah tidak rutin,
untuk sampai pada prosedur yang benar diperlukan pemikiran yang lebih mendalam.
3.
Jenis-jenis Masalah
Sebuah masalah
pada umumnya tidak dapat diklasifikasikan ke dalam satu jenis saja. Hudoyo
(Prihandoko, 2006) menyebutkan ada empat jenis masalah yakni masalah translasi,
masalah aplikasi, masalah proses, dan masalah teka-teki.
1) Masalah translasi
Masalah translasi merupakan masalah dari kehidupan sehari-hari
yang untuk menyelesaikanya harus ditransfer ke dalam model matematika.
Konsep-konsep matematika dalam hal ini dipergunakan untuk menyelesaikan model
tersebut. Hasil penyelesaian model selanjutnya diinterprestasikan untuk
menjawab permasalahan.
2) Masalah aplikasi
Masalah aplikasi adalah
masalah yang dalam penyelesainnya memerlukan penerapan berbagai macam
keterampilan dan prosedur matematika. Penyajian masalah aplikasi bertujuan agar
siswa memahami penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
3) Masalah proses
Masalah proses merupakan
masalah yang dalam penyelesainnya seseorang perlu
merumuskan pola dan strategi khusus. Perumusan pola dan strategi penyelesaian
tersebut didasarkan pada pengamatan pada situasi dan data yang ada. Oleh karenanya
diperlukan kecermatan dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah ini. Dengan
menyelesaikan masalah ini siswa akan teratih untuk merumuskan strategi dan
menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah sesuai dengan situasi yang
ada.
4)
Masalah
teka-teki
Masalah teka-teki sifatnya kreatif dan berfungsi untuk
meningkatkan motivasi siswa dalam belajar matematika. Masalah teka-teki dapat
disajikan sebagai pengantar pada suatu pokok bahasan, untuk menarik perhatian
siswa, atau sekedar untuk mengisi waktu luang di saat kelas tidak ada
pelajaran.
4.
Cara Mengerjakan
Pemecahan Masalah
Untuk dapat
mengerjakan pemecahan masalah dengan baik, ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan, antara lain:
1) Waktu
Waktu
yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu masalah sangatlah relatif. Jika
seseorang dihadapkan pada suatu masalah dengan waktu yang diberikan untuk menyelesaiknya tidak dibatasi,
maka kecenderungannya orang tersebut tidak akan
mengkonsentrasikan pikiranya secara penuh pada proses penyelesaian masalah yang
diberikan. Sebalikya, jika seseorang dalam menyelesaikan masalah dibatasi oleh
waktu yang sangat ketat, maka seluruh potensi pikiranya mungkin akan
dikonsentrasikan secara penuh pada pada penyelesaian soal tersebut. Dengan
demikian, upaya untuk mendorong siswa agar mampu memanfaatakn waktu yang
disediakn dalam proses pemecahan masalah merupakan hal perlu dikembangkan dari
waktu ke waktu. Beberapa hal yang dikembangkan antara lain, waktu unatuk memahami
masalah, waktu untauk mengeksplorasi liku-liku masalah, dan waktu untuk
memikirkan masalah.
2) Perencanaan
Akatifitas
pembelajaran dan waktu yang diperlukan, harus direncanakan serta dikordinasikan
sehingga siswa memiliki kesempatan yang cukup untuk menyelesaikan berbagai
masalah, belajar berbagai variasi strategi pemecahan masalah, dan menganalisis
serta mendiskusikan pendekatan yang mereka pilih. Dalam menyediakn variasi
permasalahan bagi siswa, soal-soal yang dibuat dapat memuat hal berikut ini:
v Informasi berlebih atau informasi kurang.
v Membuat estimasi.
v Menuntut siswa untuk membuat pilihan tentang
derajat akurasi yang diperlukan.
v Memuat aplikasi matematika bersifat praktis.
v Menuntut siswa untuk mengkonseptualisasikan
bilangan-bilangan yang sangat besar atau bilangan yang sangat kecil.
v Didasarkan atas minat siswa, atau kejadian-kejadian
dalam lingkungan mereka.
v Memuat logika, penalaran, dan informasi yang masuk
akal.
v Menuntut penggunaan lebih dari satu strategi
untuk mencapai sulusi yang benar.
v Menuntut adanya proses pengambilan keputusan.
3) Sumber
Salah satu
strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan koleksi soal pemecahan masalah
antara lain sebagai berikut:
v Kumpulkan soal-soal pemecahan masala dari
Koran, majalah, atau buku-buku selain buku paket.
v Membuat soal sendiri misalnya dengan
menggunakan ide yang datang dari lingkungan, Koran dan televisi.
v Memanfaatkan situasi yang muncul secara
spontan khususnya yang didasarkan atas pertanyaan dari siswa.
v Saling tukar soal dengan teman guru.
v Mintalah siswa untuk menulis soal yang dapat
dipertukarkan di antara mereka. Mungkin di antara soal-soal itu ada yang layak
untuk dikoleksi.
4)
Teknologi
Dalam
pengajaran matematika penggunaan teknologi seperti kalkulator sangat
dibutuhkan. Alasan utama digunakan kalkulator dalam pengajaran matematika
adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah dapat digunakan untuk
meningkatkan keterampilan dalam menggunakan strategi pemecahanm masalah.
5. Strategi Pemecahan Masalah
Menurut Polya (dalam Turmudi, 2001), dalam
pemecahan suatu masalah terdapat empat langkah yang harus dilakukan yaitu: 1).
Pemahaman masalah, 2). Perencanaan penyelesaian 3). Pelaksanaan perencanaan
penyelesaian, 4). Pengecekan kembali kebenaran penyelesaian.
Pemahaman masalah
berkenan dengan proses identifikasi terhadap apa saja yang diketahui dan apa
yang ditanyakan. Pada langkah ini diperlukan suatu kecermatan agar pemahaman
yang dihasilkan tidak sampai berbeda dengan permasalahan yang sedang dihadapi.
Setelah hal-hal
yang diketahui dan yang ditanyakan dirumuskan, langkah selanjutnya adalah
melakukan perencanaan penyelesaian. Langkah ini berkenaan dengan
pengorganisasian konsep-konsep yang bersesuaian untuk menyusun strategi,
termasuk di dalamnya penentuan sarana yang dipergunakan untuk penyelesaian
masalah. Sarana-sarana tersebut dapat berupa tabel, gambar, grafik, algoritma,
dan lain-lain.
Rencana yang
telah dirumuskan kemudian diimplementasikan untuk menghasilkan sebuah penyelesaian.
Penyelesaian rencana akan menghasilkan sebuah jawaban atas pertanyaan dalam
masalah. Namun demikian jawaban ini harus dicek kembali kebenarannya.
Untuk memperoleh
gambaran yang lebih jelas tentang strategi pemecahan masalah, berikut akan
disajikan beberapa strategi yang mungkin diperkenalkan pada anak sekolah dasar:
a) Strategi Act It Out
strategi
ini dapat membantu siswa dalam proses visualisasi masalah yang tercakup dalam
soal yang dihadapi. Dalam pelaksanaannya, strategi ini dilakukan dengan
menggunakan gerakan-gerakan fisik atau dengan menggerakan benda-benda kongkrit.
Gerakan bersifat fisik ini dapat membantu atau mempermudah siswa dalam menemukan
hubungan antara komponen-komponen yang tercakup dalam suatu masalah.
b)
Membuat
gambar atau diagram
strategi
ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam
masalah sehingga hubungan antara komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat
dengan lebih jelas. Hal yang perlu digambarkan atau dibuat diagramnya adalah
bagian-bagian terpenting yang diperkirakan mampu memperjelas permasalahan yang
dihadapi.
c)
Menemukan pola
kegiatan
matematika yang berkaitan dengan proses menemukan suatu pola dari sejumlah data
yang diberikan, dapat mulai dilakukan melalui sekumpulan gambar atau bilangan.
Kegiatan yang mungkin dilakukan antara lain dengan mengobservasi sifat-sifat
yang dimiliki bersama oleh kumpulan gambar atau bilangan yang tersedia.
d)
Membuat
tabel
mengorganisasikan
data ke dalam sebuah tabel dapat membantu kita dalam mengungkapkan suatu pola
tertentu serta dalam mengidentifikasi informasi yang tidak lengkap.
e)
Memperhatikan
semua kemungkinan secara sistematik
Dalam
menggunakan strategi ini, kita mungkin tidak perlu memperhatikan keseluruhan
kemungkinan yang biasa terjadi. Yang kita perhatikan adalah semua kemungkinan
yang diperoleh dengan cara yang sistematik.
f)
Tebak
dan periksa
strategi
menebak maksudnya adalah menebak yang didasarkan pada alasan tertentu serta
kehati-hatian. Selain itu, untuk dapat melakukan tebakan dengan baik seseorang
perlu memiliki pengalaman cukup yang berkaitan dengan permasalahan yang
dihadapi.
g)
Strategi
kerja mundur
suatu
masalah kadang-kadang disajikan dalam suatu cara sehingga yang diketahui itu
sebenarnya merupakan hasil dari proses tertentu, sedangkan komponen yang
ditanyakan merupakan komponen yang seharusnya muncul lebih awal. Penyelesaian
masalah seperti ini biasanya dapat dilakukan dengan menggunakan strategi
mundur.
h)
Menentukan
yang diketahui, yang ditanyakan, dan informasi yang diperluas
i)
Menggunakan
kalimat terbuka
j)
Menyelesaikan masalah yang mirip atau masalah
yang lebih mudah
k)
Mungubah
sudut pandang
6.
Keunggulan dan Kelemahan Pendekatan Pemecahan
Masalah
a) Keunggulan
Sebagai suatu
strategi pembelajaran, strategi pembelajaran berbasis masalah memiliki beberapa
keunggulan, di antaranya:
v Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup
bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
v Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan
siswa serta memberikan kepuasan untuk menentukan pengetahuan baru bagi siswa.
v Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas
pembelajaran siswa.
v Pemecahan masalah dapat membantu siswa
bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan
nyata.
v Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk
mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang
mereka lakukan.
v Melalui pemecahan masalah dianggap lebih
menyenangkan dan disukai siswa.
v Pemecahan masalah dapat mengembangkan
kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk
menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
v Pemecahan masalah dapat memberikan kesempatan
pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia
nyata.
v Pemecahan masalah dapat mengembangkan minat
siswa untuk secara terus menerus belajar mengenal kelebihan dan Kelemahan
Pemecahan Masalah Matematika.
b)
Kelemahan
Di samping
memiliki keunggulan, strategi pembelajaran berbasis masalah juga memiliki
beberapa kelemahan diantaranya:
v Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak
mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan,
maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
v Keberhasilan strategi pembelajaran melalui
problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
v Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk
memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa
yang mereka ingin pelajari.
7.
Contoh Penerapan Strategi
Penyelesaian Menurut Polya
1)
Seorang
pegawai mendominasikan 5% dari gajinya untuk memberikan uang saku bulanan
kepada 4 anak asuhnya. Jika masing-masing anak menerima uang saku sebesar Rp.
25.000,- berapa saja gaji yang dimiliki pegawai tersebut?
Pemahaman
masalah
Diketahui
:5%
gaji didonasikan kepada 4 anak asuh
Tiap anak
menerima 25.000 rupiah
Ditanyakan
:
Sisa gaji?
Perencanaan penyelesaian
Jika
total gaji =
x
maka
sisa gaji = x – (0,05x)
Dan model
matematika untuk total gaji adalah
0,05x = 4 x
25.000
Pelaksanaan
penyelesaian
0,
05x = 100.000
x
=
100.000 : 0,05
x
=
2.000.000
sisa
gaji
=2.000.000 – 100.000
= 1.900.000
Pengecekan
kembali:
Pengecekan
kembali penyelesaian tersebut dilakukan dengan mensubstitusikan 2.000.000 pada
persamaan total gaji dan menghasilkan kalimat matematika yang benar, yakni:
0,05 x
2.000.000 = 4 x 25.000.
Kemudian
mensubstitusikan 1.900.000 pada persamaan sisa gaji dan menghasilkan kalimat
matematika yang benar yakni:
1.900.000 =
2.000.0000 – (0,05 x 2.000.000)
Jadi sisa gaji
yang dimiliki pegawai tersebut adalah Rp. 1. 900.000,-
BAB III
PENUTUP
1)
Kesimpulan
Pemecahan
masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting dalam
proses pembelajaran maupun penyelesaiannya.
Siswa
dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan
yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak
rutin.
2)
Saran
Dalam
penulisan makalah ini,penulis mengemukakan beberapa saran;
v
Sebagai guru atau calon guru,
hendaknya lebih mengetahui cara mendidik dan mengajarkan siswa agar menjadi
siswa yang aktif,mampu berfikir kreatif.
v
Guru harus bisa membuat siswa senang
dengan pelajaran matematika dan dapat memecahkan berbagai masalah yang
berhubungan dengan pendidikan matematika.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2063169-pembelajaran-dengan-pendekatan-pemecahan-masalah/#ixzz2Bu8MesOi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar