Senin, 07 April 2014

PEMBERDAYAAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA



PEMBERDAYAAN  TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA


Pendahuluan
Bruner (Suherman, 2001) menyatakan bahwa siswa dalam belajar konsep matematika melalui 3 tahap yaitu tahap enactive, ekonik dan simbolik.
a)      Tahap enactive yaitu tahap belajar memanipulasi benda atau obyek kongkrit,
b)      Tahap ekonic yaitu tahap belajar dengan menggunakan gambar,
c)      Tahap simbolik yaitu tahap belajar matematika merupakan proses membangun konstruksi konsep-konsep dan prinsip-prinsip, tidak sekedar penggerojokan yang terkesan pasif dan statis, namun belajar itu harus aktif dan dinamis.
Sejalan dengan hal tersebut di atas tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran,  jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.

A.    Komputer Dalam Pembelajaran Matematika
              Banyak masalah dalam matematika yang sukar dan hampir tidak bisa dilakukan oleh manusia dapat dengan mudah dilakukan oleh komputer, misalnya untuk menggambar grafik fungsi dalam ruang dimensi tiga. Selain itu, sesuai pernyataan Decker Walker (dalam Sewell, 1990:3), komputer dapat membuat suatu objek di layar tampak “hidup”. Hal ini karena kemampuan komputer untuk  membuat animasi dan visualisasi dari suatu objek. Kelebihan yang dimiliki oleh komputer  ini, sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika.
            Dalam pembelajaran matematika, komputer banyak digunakan untuk materi yang memerlukan gambar, animasi, visualisasi dan warna, misalnya geometri. Clements (1989:267-268) menyatakan bahwa pembelajaran geometri dengan komputer perlu dilakukan. Dengan komputer, siswa dapat termotivasi untuk menyelesaikan masalah-masalah geometri. Satu hal yang paling penting adalah komputer dapat membuat konsep matematika (khususnya geometri) yang abstrak dan sulit menjadi lebih konkret dan jelas.
              Selain untuk geometri, komputer juga dapat digunakan dalam aljabar, misalnya untuk menyelesaikan sistem persamaan linier; dalam kalkulus, misalnya untuk menggambar grafik; dan dalam aritmetika, misalnya untuk melatih kemampuan berhitung.
              Komputer telah memainkan peranan penting dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan berbagai studi tentang penggunaan komputer dalam pembelajaran matematika  ditemukan bahwa hasil belajar siswa yang belajar matematika dengan komputer lebih baik daripada yang tidak menggunakan computer.

Kekuatan dan Keterbatasan Penggunaan Komputer
(Azhar, 2007) mengemukakan beberapa kekuatan dan keterbatasan komputer yang digunakan untuk tujuan pendidikan.
a. Kelebihan:
1) Komputer dapat mengakomodasikan siswa yang lamban menerima pelajaran, karena ia dapat memberikan iklim yang lebih bersifat efektif dengan cara lebih individual, tidak pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang diinginkan program yang digunakan.
2) Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna dan musik yang dapat menambah realisme.
3) Kendali berada di tangan siswa sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaanya. Dengan kata lain, komputer dapat berinteraksi dengan siswa secara perorangan .
4) Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan suatu program pembelajaran memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau.
5) Dapat berhubungan dengan dan mengendalikan peralatan lain seperti compact disc, video tape, dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer-komputer.
b. Keterbatasan
1) Meskipun harga perangkat keras komputer cenderung semakin menurun (murah), pengembangan perangkat lunaknya masih relatif mahal sehingga masih sulit untuk dijangkau oleh sekolah-sekolah yang masih kurang secara materi.
2) Untuk menggunakan komputer diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus tentang komputer.
3) Keragaman model komputer (perangkat keras) sering menyebabkan program (software) yang tersedia untuk satu model tidak cocok dengan model lainnya.
4) Komputer hanya efektif bila digunakan oleh satu orang atau beberapa orang dalam kelompok kecil. Untuk kelompok yang lebih besar diperlukan tambahan peralatan lain yang mampu memproyeksikan pesan-pesan di monitor ke layar yang lebih lebar.
B. Kalkulator Dalam Pembelajaran Matematika           
Kalkulator Meningkatkan Pemecahan Soal
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan kalkulator memperbaiki kemampuan pemecahan soal dari pelajar pada segala tingkatan untuk semua kelas (NRC, 2001). Mekanisme perhitungan kadang dapat memecah perhatian siswa dari problem yang mereka kerjakan. SambiI memahami arti dari operasi, siswa harus diperkenalkan dengan soal nyata dengan bilangan-bilangan yang realistis. Bilangannya mungkin di atas kemampuan mereka untuk menghitung, tetapi kalku­lator membuat soal nyata ini dapat diselesaikan.
Kalkulator Menghemat Waktu
Perhitungan dengan tangan akan memakan waktu, terutama untuk siswa usia dini yang belum mengembangkan pengua­saan teknik-teknik perhitungan. Mengapa waktu harus dihabiskan oleh siswa untuk menjumlahkan bilangan-bilan­gan untuk mencari keIiling dari sebuah poIigon.
Untuk menghitung rata-rata, mencari persentase, mengubah bentuk pecahan ke bentuk desimal, atau memecahkan beberapa soal  dapat menggunakan kalkulator ketika kemampuan berhitung bukan merupakan tujuan dari pelajaran.

Mitos dan Kekhawatiran tentang Penggunaan Kalkulator
Pendapat yang berbeda untuk penggunaan kalkukator se­bagian besar adalah karena salah pengertian. Mitos dan ketakutan tentang siswa yang tidak belajar karena meng­gunakan kalkulator masih ada, walaupun sudah diketahui bahwa buktinya berkebalikan.
Mitos: Jika Anak Menggunakan Kalkukator, Mereka Tidak Akan Belajar "Dasar"
Setiap saran penggunaan kalkulator pasti menjelaskan ke­pada orang tua bahwa penguasaan fakta-fakta dasar, keter­ampilan perhitungan yang fleksibel, termasuk perhitungan mental, tetap menjadi tujuan penting dalam kurikulum. Secara keseluruhan, penelitian telah menunjukkan bahwa keberadaan kalkulator tidak membawa pengaruh negatif pada kemampuan tradisional. (NRC, 2001)...
Berfikir secara matematis hampir semuanya melibatkan perhitungan dengan tangan. Orang yang menggunakan kalku­lator ketika menyelesaikan soal menggunakan kepandaian mereka dalam hal yang lebih penting-memahami, menduga, menguji ide-ide, dan menyelesaikan soal. Bila digunakan secara benar, kalkulator mendukung proses belajar.
Mitos: Siswa Harus Belajar "Cara yang Nyata" sebelum Menggunakan Kalkulator
Mengikuti aturan untuk perhitungan dengan pensil dan kertas hanya sedikit membantu siswa untuk mengerti ide di bela­kangnya. Sebuah contoh buruk adalah metode pengurangan dan perkalian untuk bagian pecahan. Hanya sedikit orang tua dan guru sekolah dasar dapat menjelaskan mengapa metode ini dapat masuk akal. Dan mereka semua sudah mendapat latihan panjang dengan teknik tersebut. Untuk satu tingkatan atau yang lainnya, hal yang sama berlaku untuk hampir semua prosedur .
Penting untuk menegaskan bahwa teknik perhitungan dengan tangan tidak dapat sepenuhnya diabaikan dan eks­plorasi awal sering paling baik dilakukan tanpa menggunakan kalkulator.
Guru harus memainkan peran dalam mengatur eksplorasi di dalam kelas agar penggunaan kalkulator tidak disalah gunakan oleh siswa.

Mitos: Siswa Akan Sangat Tergantung pada Kalkulator
Kalkulator yang dijauhkan dari siswa seperti buah terlarang. Saat diperbolehkan untuk menggunakan kalkulator, siswa kadang menggunakan untuk tugas yang paling mudah.Penting bahwa penguasaan fakta-fakta dasar, perhitungan mental, dan perhatian kepada teknik perhitungan dengan tan­gan tetap penting bagi semua siswa. Dalam pelajaran di mana keterampilan tersebut adalah sebagai tujuannya, kalkulator harus secara terbatas digunakan. Ketika siswa mempelajari kemampuan dasar di mana kalkulator tidak diperlukan, mereka jarang menggunakan kalkulator secara tidak tepat. Jika kalkula­tor selalu ada untuk penggunaan yang tepat, siswa akan belajar kapan dan bagaimana menggunakannya dengan baik.
Sebagai tambahan dari keuntungan-keuntungan yang sudah dijelaskan, berikut adalah beberapa pendapat dalam pemakaian kalkulator setiap hari:
· Pertama dan yang paling penting, kalkulator tidak membahayakan. Setiap guru dapat menyelenggarakan kegiatan atau memberikan tugas di mana kalkulator diberi batasan. Keberadaan dari kalkulator tidak menyimpang dari pengembangan kemampuan dasar.
· Ketika kalkulator dijauhkan dari siswa, kalkulator cenderung digunakan pada saat "pelajaran kalkulator" yang khusus, meningkatkan kepercayaan siswa bahwa kalkulator bukanlah alat yang umum untuk menyelesaikan soal.
· Siswa harus belajar untuk membuat pilihan bijak tentang kapan menggunakan kalkulator untuk perhitungan yang melelahkan dan kapan untuk berhitung dalam hati untuk perhitungan sederhana dan penaksiran. Mereka belajar ini hanya dengan membuat pilihan secara independen dan reguler.
Respon siswa terhadap pemanfaatan kalkulator dalam proses pembelajaran matematika
1. Pemanfaatan kalkulator dalam proses pembelajaran matematika
• kalkulator menyebabkan siswa mengerjakan soal terasa lebih mudah
• adanya kalkulator membuat pelajaran di kelas lebih menarik
• kalkulator sebagai alat bantu hitung saja
• dengan kalkulator belajar terasa lebih berkembang
• kalkulator untuk mencocokkan pengerjaan soal

2. Kesulitan penggunaan kalkulator
• kesulitan dalam memahami soal yang akan dimasukkan ke dalam kalkulator
• kesulitan saat proses memasukkan data soal ke kalkulator
• mengartikan, menganalisa, dan memberi kesimpulan dari jawaban soal dari kalkulator
3. Cara mengatasi kesulitan
• bertanya kepada guru
• bertanya kepada teman yang lebih tahu
4. Akibat penggunaan kalkulator
• tingkat ketergantungan yang tinggi
• kehilangan kepercayaan diri
• malas berfikir
• tantangan kepada soal yang lebih sulit



Tidak ada komentar:

Posting Komentar