PEMBERDAYAAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Pendahuluan
Bruner (Suherman, 2001) menyatakan bahwa siswa dalam belajar konsep
matematika melalui 3 tahap yaitu tahap enactive, ekonik dan simbolik.
a)
Tahap enactive yaitu tahap belajar
memanipulasi benda atau obyek kongkrit,
b)
Tahap ekonic yaitu tahap belajar dengan menggunakan
gambar,
c)
Tahap simbolik yaitu tahap belajar matematika merupakan
proses membangun konstruksi konsep-konsep dan prinsip-prinsip, tidak sekedar
penggerojokan yang terkesan pasif dan statis, namun belajar itu harus aktif dan
dinamis.
Sejalan dengan hal tersebut di atas tidak dapat dipungkiri bahwa dalam
proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan
media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu
metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang
sesuai, meskipun masih ada aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih
media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang
diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks
pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian dapat dikatakan
bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu
mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang
ditata dan diciptakan oleh guru.Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.
A. Komputer Dalam Pembelajaran
Matematika
Banyak masalah dalam matematika yang sukar dan hampir tidak bisa dilakukan oleh
manusia dapat dengan mudah dilakukan oleh komputer, misalnya untuk menggambar
grafik fungsi dalam ruang dimensi tiga. Selain itu, sesuai pernyataan Decker
Walker (dalam Sewell, 1990:3), komputer dapat membuat suatu objek di layar
tampak “hidup”. Hal ini karena kemampuan komputer untuk membuat animasi
dan visualisasi dari suatu objek. Kelebihan yang dimiliki oleh komputer
ini, sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika.
Dalam pembelajaran matematika, komputer banyak digunakan untuk materi yang
memerlukan gambar, animasi, visualisasi dan warna, misalnya geometri. Clements
(1989:267-268) menyatakan bahwa pembelajaran geometri dengan komputer perlu
dilakukan. Dengan komputer, siswa dapat termotivasi untuk menyelesaikan
masalah-masalah geometri. Satu hal yang paling penting adalah komputer dapat
membuat konsep matematika (khususnya geometri) yang abstrak dan sulit menjadi
lebih konkret dan jelas.
Selain untuk geometri, komputer juga dapat digunakan dalam aljabar, misalnya
untuk menyelesaikan sistem persamaan linier; dalam kalkulus, misalnya untuk
menggambar grafik; dan dalam aritmetika, misalnya untuk melatih kemampuan
berhitung.
Komputer telah memainkan peranan penting dalam pembelajaran matematika.
Berdasarkan berbagai studi tentang penggunaan komputer dalam pembelajaran
matematika ditemukan bahwa hasil belajar siswa yang belajar matematika
dengan komputer lebih baik daripada yang tidak menggunakan computer.
(Azhar, 2007) mengemukakan beberapa kekuatan dan keterbatasan komputer yang digunakan untuk tujuan pendidikan.
a. Kelebihan:
1) Komputer dapat mengakomodasikan siswa yang lamban menerima pelajaran, karena ia dapat memberikan iklim yang lebih bersifat efektif dengan cara lebih individual, tidak pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang diinginkan program yang digunakan.
2) Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna dan musik yang dapat menambah realisme.
3) Kendali berada di tangan siswa sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaanya. Dengan kata lain, komputer dapat berinteraksi dengan siswa secara perorangan .
4) Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan suatu program pembelajaran memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau.
5) Dapat berhubungan dengan dan mengendalikan peralatan lain seperti compact disc, video tape, dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer-komputer.
b. Keterbatasan
1) Meskipun harga perangkat keras komputer cenderung semakin menurun (murah), pengembangan perangkat lunaknya masih relatif mahal sehingga masih sulit untuk dijangkau oleh sekolah-sekolah yang masih kurang secara materi.
2) Untuk menggunakan komputer diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus tentang komputer.
3) Keragaman model komputer (perangkat keras) sering menyebabkan program (software) yang tersedia untuk satu model tidak cocok dengan model lainnya.
4) Komputer hanya efektif bila digunakan oleh satu orang atau beberapa orang dalam kelompok kecil. Untuk kelompok yang lebih besar diperlukan tambahan peralatan lain yang mampu memproyeksikan pesan-pesan di monitor ke layar yang lebih lebar.
B. Kalkulator
Dalam Pembelajaran Matematika
Kalkulator Meningkatkan
Pemecahan Soal
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan
kalkulator memperbaiki kemampuan pemecahan soal dari pelajar pada segala
tingkatan untuk semua kelas (NRC, 2001). Mekanisme perhitungan kadang dapat
memecah perhatian siswa dari problem yang mereka kerjakan. SambiI memahami arti
dari operasi, siswa harus diperkenalkan dengan soal nyata dengan
bilangan-bilangan yang realistis. Bilangannya mungkin di atas kemampuan mereka
untuk menghitung, tetapi kalkulator membuat soal nyata ini dapat diselesaikan.
Kalkulator Menghemat Waktu
Perhitungan dengan tangan akan memakan waktu, terutama
untuk siswa usia dini yang belum mengembangkan penguasaan teknik-teknik
perhitungan. Mengapa waktu harus dihabiskan oleh siswa untuk menjumlahkan
bilangan-bilangan untuk mencari keIiling dari sebuah poIigon.
Untuk menghitung rata-rata, mencari persentase,
mengubah bentuk pecahan ke bentuk desimal, atau memecahkan beberapa soal dapat menggunakan kalkulator ketika kemampuan
berhitung bukan merupakan tujuan dari pelajaran.
Mitos dan Kekhawatiran tentang Penggunaan
Kalkulator
Pendapat yang berbeda untuk penggunaan kalkukator sebagian
besar adalah karena salah pengertian. Mitos dan ketakutan tentang siswa yang
tidak belajar karena menggunakan kalkulator masih ada, walaupun sudah
diketahui bahwa buktinya berkebalikan.
Mitos: Jika Anak Menggunakan
Kalkukator, Mereka Tidak Akan Belajar "Dasar"
Setiap saran penggunaan kalkulator pasti
menjelaskan kepada orang tua bahwa penguasaan fakta-fakta dasar, keterampilan
perhitungan yang fleksibel, termasuk perhitungan mental, tetap menjadi tujuan
penting dalam kurikulum. Secara keseluruhan, penelitian telah menunjukkan bahwa
keberadaan kalkulator tidak membawa pengaruh negatif pada kemampuan tradisional. (NRC,
2001)...
Berfikir secara matematis hampir semuanya
melibatkan perhitungan dengan tangan. Orang yang menggunakan kalkulator ketika
menyelesaikan soal menggunakan kepandaian mereka dalam hal yang lebih
penting-memahami, menduga, menguji ide-ide, dan menyelesaikan soal. Bila
digunakan secara benar, kalkulator mendukung proses belajar.
Mitos: Siswa Harus Belajar
"Cara yang Nyata" sebelum Menggunakan Kalkulator
Mengikuti aturan untuk perhitungan dengan
pensil dan kertas hanya sedikit membantu siswa untuk mengerti ide di belakangnya.
Sebuah contoh buruk adalah metode pengurangan dan perkalian untuk bagian
pecahan. Hanya sedikit orang tua dan guru sekolah dasar dapat menjelaskan
mengapa metode ini dapat masuk akal. Dan mereka semua sudah mendapat latihan
panjang dengan teknik tersebut. Untuk satu tingkatan atau yang lainnya, hal
yang sama berlaku untuk hampir semua prosedur .
Penting untuk menegaskan bahwa teknik perhitungan dengan tangan tidak
dapat sepenuhnya diabaikan dan eksplorasi awal sering paling baik dilakukan
tanpa menggunakan kalkulator.
Guru harus memainkan peran dalam mengatur eksplorasi di dalam kelas agar
penggunaan kalkulator tidak disalah gunakan oleh siswa.
Mitos: Siswa Akan Sangat
Tergantung pada Kalkulator
Kalkulator yang dijauhkan dari siswa
seperti buah terlarang. Saat diperbolehkan untuk menggunakan kalkulator, siswa
kadang menggunakan untuk tugas yang paling mudah.Penting
bahwa penguasaan fakta-fakta dasar, perhitungan mental, dan perhatian kepada
teknik perhitungan dengan tangan tetap penting bagi semua siswa. Dalam
pelajaran di mana keterampilan tersebut adalah sebagai tujuannya, kalkulator
harus secara terbatas digunakan. Ketika siswa mempelajari kemampuan dasar di
mana kalkulator tidak diperlukan, mereka jarang menggunakan kalkulator secara
tidak tepat. Jika kalkulator selalu ada untuk penggunaan yang tepat, siswa
akan belajar kapan dan bagaimana menggunakannya dengan baik.
Sebagai tambahan dari
keuntungan-keuntungan yang sudah dijelaskan, berikut adalah beberapa pendapat
dalam pemakaian kalkulator setiap hari:
· Pertama
dan yang paling penting, kalkulator tidak membahayakan. Setiap guru dapat
menyelenggarakan kegiatan atau memberikan tugas di mana kalkulator diberi
batasan. Keberadaan dari kalkulator tidak menyimpang dari pengembangan
kemampuan dasar.
· Ketika
kalkulator dijauhkan dari siswa, kalkulator cenderung digunakan pada saat
"pelajaran kalkulator" yang khusus, meningkatkan kepercayaan siswa
bahwa kalkulator bukanlah alat yang umum untuk menyelesaikan soal.
· Siswa
harus belajar untuk membuat pilihan bijak tentang kapan menggunakan kalkulator
untuk perhitungan yang melelahkan dan kapan untuk berhitung dalam hati untuk
perhitungan sederhana dan penaksiran. Mereka belajar ini hanya dengan membuat
pilihan secara independen dan reguler.
Respon siswa terhadap pemanfaatan kalkulator dalam proses pembelajaran matematika
1. Pemanfaatan kalkulator dalam proses pembelajaran matematika
• kalkulator menyebabkan siswa
mengerjakan soal
terasa lebih mudah
• adanya kalkulator membuat
pelajaran di kelas lebih
menarik
• kalkulator sebagai alat bantu
hitung saja
• dengan kalkulator belajar
terasa lebih berkembang
• kalkulator untuk mencocokkan
pengerjaan soal
2. Kesulitan penggunaan kalkulator
• kesulitan dalam memahami soal
yang akan dimasukkan
ke dalam kalkulator
• kesulitan saat proses
memasukkan data soal ke
kalkulator
• mengartikan, menganalisa, dan
memberi kesimpulan
dari jawaban soal dari kalkulator
3. Cara mengatasi kesulitan
• bertanya kepada guru
• bertanya kepada teman yang
lebih tahu
4. Akibat penggunaan kalkulator
• tingkat ketergantungan yang
tinggi
• kehilangan kepercayaan diri
• malas berfikir
• tantangan kepada soal yang
lebih sulit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar