DUA
SEGITIGA SEBANGUN DAN KONGRUEN
A. Sifat Dua Segitiga Sebangun
Dua
segitiga dikatakan sebangun jika memenuhi syarat berikut :
a. Sudut-sudut
yang bersesuaian sama besar
b. Sisi-sisi
yang bersesuaian sebanding
Perhatikan
gambar dibawah ini

Dua segitiga
diatas saling sebangun, sehingga
∠ A = ∠ P
∠ B = ∠ Q
∠ C = ∠ R
AB/PQ, BC/QR, AC/PR
Karena sisi-sisi yang
bersesuaian mempunyai perbandingan yang senilai dan sudut yang bersesuaian sama
besar maka ∆ ABC dan ∆ PQR sebangun.
B. Menghitung Panjang Salah Satu Sisi yang Belum
Diketahui dari Dua Segitiga yang Sebangun
Konsep kesebangunan dua
segitiga dapat digunakan untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga
sebangun yang belum diketahui. Coba perhatikan contoh berikut! Contoh :
Diketahui ∆ ABC sebangun
dengan ∆ DEF. Tentukan EF ?
jawab:

C. Perbandingan Sisi-sisi Dua Segitiga Sebangun
Sisi-sisi yang bersesuaian pada dua
segitiga yang sebangun adalah sebanding. Oleh karena itu jika diketahui faktor
skala perbandingannya maka kita dapat mencari panjang sisi-sisi segitiga yang
belum diketahui.
Kita peroleh AC = AD + DC dan
BC = BE + EC. Dengan sifat kesebangunan, maka sisi-sisi yang seletak sebanding.
Maka,


Contoh :

Dalam ∆ PRT, PT//QS, hitunglah QR dan ST!
Diketahui :
PT = 4 cm
PT = 4 cm
QS= 3 cm
PQ= 2 cm
RS= 4 cm
Ditanya : QR dan ST
Jawab :

DUA SEGITIGA YANG KONGRUEN
A. A. Sifat-Sifat Dua Segitiga yang Kongruen
PQ = QR, QT = RS. dan QS = PT sehingga sisi-sisi
yang bersesuaian dari kedua segitiga sama panjang.
S ﮮ TPQ = ﮮ SQR, ﮮ PQT = ﮮ QRS , dan ﮮ PTQ = ﮮ QSR sehingga sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua segitiga tersebut sama besar.
S ﮮ TPQ = ﮮ SQR, ﮮ PQT = ﮮ QRS , dan ﮮ PTQ = ﮮ QSR sehingga sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua segitiga tersebut sama besar.
Dua buah segitiga dikatakan kongruen jika dan hanya jika memenuhi sifat-sifat berikut.
1
Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.
2
Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
B. Syarat Dua Segitiga yang Kongruen
Dua segitiga dikatakan
kongruen jika dipenuhi salah satu dari tiga syarat berikut.
3
Ketiga pasang sisi yang bersesuaian sama panjang
(sisi, sisi, sisi).
4
Dua sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut
yang dibentuk oleh sisi-sisi itu sama besar (sisi, sudut, sisi).
5
Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi
yang menghubungkan kedua titik sudut itu sama panjang (sudut, sisi, sudut).
· Ketiga Pasang Sisi yang Bersesuaian Sama
Panjang (Sisi, Sisi, Sisi)
Dua segitiga di bawah ini,
yaitu ∆ ABC dan ∆ DEF mempunyai panjang sisi-sisi yang sama.
· Dua sisi yang bersesuaian sama panjang dan
sudut yang dibentuk oleh sisi-sisi itu sama besar (Sisi, Sudut, Sisi)

Pada gambar di atas, diketahui
bahwa AB = DE, AC = DF, dan ﮮ CAB = ﮮ EDF. Apakah ∆ ABC dan ∆ DEF kongruen?
Jika dua segitiga tersebut diimpitkan maka akan tepat berimpit sehingga
diperoleh :
Hal ini berarti ∆ ABC dan ∆
DEF sebangun sehingga diperoleh
ﮮA = ﮮD, ﮮB = ﮮ E, dan ﮮC = ﮮE Karena sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang, maka ∆ ABC dan ∆ DEF kongruen.
ﮮA = ﮮD, ﮮB = ﮮ E, dan ﮮC = ﮮE Karena sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang, maka ∆ ABC dan ∆ DEF kongruen.
· Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan
sisi yang menghubungkan kedua sudut itu sama panjang (Sudut, Sisi, Sudut)

Pada gambar di atas, ∆ ABC dan
∆ DEF mempunyai sepasang sisi bersesuaian yang sama panjang dan dua sudut
bersesuaian yang sama besar, yaitu AB = DE, ﮮ A = ﮮ D. Dan ﮮB = ﮮE. Karena ﮮA =
ﮮD dan ﮮB =ﮮE maka ﮮC = ﮮF. Jadi. ∆ ABC dan ∆ DEF sebangun. Karena sebangun
maka sisi-sisi yang bersesuaian rnempunyai perbandingan yang senilai.
C. Menghitung Panjang Sisi dan Besar Sudut Segitiga Kongruen
Dengan menggunakan sifat-sifat
dua segitiga yang kongruen dapat ditentukan sisi-sisi yang sama panjang dan
sudut-sudut yang sama besar.
Contoh:
Diketahui ∆ KNM kongruen
dengan ∆ NLM! Panjang KN = 5 cm, KM = 13 cm, ﮮ NKM = 60'. Tentukan panjang MN dan
sudut yang belum diketahui!
Jawab:
Diketahui : KN = 5 cm
KM = 13 cm
ﮮ NKM = 60'.
Ditanya : MN ?
ﮮ KMN ?
jawab :
Karena ∆ KNM dan ∆ NLM kongruen maka KM = ML = l3 cm dan NL = KN = 5 cm.
Karena ∆ KNM dan ∆ NLM kongruen maka KM = ML = l3 cm dan NL = KN = 5 cm.
MN^2 = ML^2 - NL^2
= 13^2 - 5^2
= 169 - 25
= 144
MN = akar 144
MN = 12 cm.
∠MLN = ∠NKM = 60⁰
∠KMN = ∠NML = 180⁰ - (90⁰+60⁰)
= 180⁰ -150⁰
= 30⁰
Penerapan Konsep Kesebangunan
dalam Pemecahan Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari
banyak sekali pemanfaatan konsep kesebangunan. Pembuatan miniatur suatu
bangunan, penggambaran peta suatu daerah semuanya menggunakan konsep kesebangunan.
Lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.
Contoh:
Sebuah kawat baja dipancangkan untuk menahan
sebuah tiang listrik yang berdiri tegak lurus. Sebuah tongkat didirikan tegak
lurus sehingga ujung atas tongkat menyentuh kawat. Diketahui panjang tongkat 2
m, jarak tongkat ke ujung bawah kawat 3 m dan jarak tiang listrik ke tongkat 6
m. Berapa tinggi tiang listrik?
Diketahui : panjang tongkat = 2 m
jarak tongkat ke ujung bawah kawat = 3 m
jarak tiang listrik ke tongkat = 6 m
Ditanya : tinggi tiang listrik ?
jawab :
Misalnya, tinggi tiang listrik adalah t sehingga diperoleh perbandingan sebagai berikut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar